Sukses

Hindari 8 Aktivitas Ini Saat Hamil

Selama hamil, perhatikan aktivitas Anda sehari-hari. Jangan sampai mengganggu kondisi janin dalam kandungan Anda.

Klikdokter.com, Jakarta Sebagai wanita yang sedang hamil, Anda tentu selalu berharap dapat menjalani proses persalinan dengan lancar dan bayi lahir sehat. Karena itu, Anda mungkin sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari melalui menjaga asupan nutrisi.

Di samping itu, Anda juga perlu memperhatikan aktivitas sehari-hari demi kebaikan Anda dan janin. Saran orang tua tentang menjauhi kegiatan tertentu selama hamil sesungguhnya bukan mitos.

Berikut ini beberapa aktivitas yang perlu dihindari saat hamil:

1.     Angkat beban berat

Mengangkat beban berat bisa menyiksa punggung dan panggul Anda. Hal ini akan meningkatkan kemungkinan prolaps uteri (rahim turun karena otot melemah). Jika harus mengangkat sesuatu yang berat, cobalah untuk memegangnya dekat dengan tubuh Anda. Kemudian, secara perlahan tekuk lutut dan jangan membuat gerakan memutar sambil mengangkat beban.

2.     Yoga

Pada dasarnya, yoga adalah praktik yang baik untuk tubuh, namun beberapa posisi yang memerlukan banyak peregangan dan putaran harus dihindari. Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulai latihan yoga.

3.     Olahraga dengan posisi tengkurap

Berbaring dengan perut di bagian bawah alias tengkurap dapat melukai janin, terutama setelah trimester pertama. Bahkan, cedera kecil dapat membuat konsekuensi yang signifikan bagi perkembangan janin Anda.

4.     Sauna

Bersantai di bak mandi panas atau sauna bisa berbahaya, karena dapat meningkatkan kemungkinan cacat lahir. Risiko terserang penyakit menular juga dapat terjadi jika air atau bak mandi tidak bersih. Suhu air yang digunakan untuk mandi sebaiknya sama dengan suhu tubuh Anda.

5.     Bermain di wahana wisata

Hindari permainan wahana wisata yang menimbulkan gerakan memutar atau vertikal di udara, karena hal ini bisa membuat mual. Roller coaster adalah salah satu wahana yang dapat membahayakan kondisi janin Anda.

6.     Bersepeda

Saat hamil, pusat keseimbangan tubuh akan bergeser. Hal ini akan membuat aktivitas bersepeda menjadi semakin sulit, terutama di jalur yang padat. Alternatif yang lebih aman adalah mengendarai sepeda statis, namun aktivitas ini hanya boleh dilakukan sampai trimester kedua. Meski demikian, Anda perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter bila ingin berolahraga menggunakan alat ini.

7.     Aerobik

Kegiatan aerobik dapat meningkatkan risiko cedera yang lebih tinggi apabila dilakukan oleh perempuan yang sedang hamil. Aktivitas ini harus dihindari, terutama saat memasuki trimester kedua dan ketiga karena ligamen cenderung menjadi longgar dan rentan terhadap cedera.

Menjadi aktif merupakan sesuatu yang penting selama masa kehamilan, karena dapat mencegah komplikasi dan mempermudah proses persalinan. Namun hal itu bukan berarti memberikan kebebasan untuk melakukan segala hal. Anda tetap harus berhati-hati dalam setiap kegiatan, dan selalu berkonsultasi dengan dokter kandungan bila ingin melakukan kegiatan tertentu.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar