Sukses

Jennifer Dunn Ditangkap Polisi karena Narkoba

Untuk ketiga kalinya Jennifer Dunn ditangkap polisi karena menggunakan narkoba.

Klikdokter.com, Jakarta Mengakhiri tahun 2017 dan memasuki awal tahun 2018, dunia hiburan Tanah Air kembali dihebohkan oleh perilaku negatif seorang artis yaitu Jennifer Dunn. Perempuan berusia 28 tahun itu kembali ditangkap polisi, karena kasus narkoba.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap artis Jennifer Dunn usai terbukti melakukan pesanan narkotika jenis sabu-sabu. Jajaran Unit II Subdit I Ditnarkoba Polda Metro Jaya menangkap Jennifer di rumahnya, di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Minggu (31/12/2017) sore. Konferensi pers mengenai kasus ini, digelar Selasa (2/1/2018) sore.

Ini bukanlah kali pertama Jennifer Dunn tersandung kasus narkoba. Sebelumnya, Jennifer Dunn pernah dua kali ditangkap polisi pada tahun 2005 dan 2009. Pada kasus penangkapan kedua, Jennifer Dunn ditangkap di kamar kosnya bersama beberapa temannya yang sedang pesta narkoba.

Menurut dr. Reza Fahlevi, sabu-sabu adalah salah satu jenis narkoba golongan metamfetamin. Nama lain dari sabu-sabu adalah ice dan SS. Sabu-sabu merupakan jenis narkoba sintetis yang memiliki efek merangsang sistem saraf pusat manusia. Narkoba yang satu ini berbentuk bubuk dan biasanya dikonsumsi dengan cara dihirup menggunakan alat khusus bernama bong. Harganya tidak murah, satu gram sabu-sabu bisa mencapai 200 ribu rupiah atau lebih.

Sabu-sabu dapat menimbulkan efek psikis berupa rasa gembira, halusinasi, percaya diri, peningkatan konsentrasi, rasa bersemangat dan tidak mudah mengantuk. Bagaimana dengan efek fisik? Pengaruhnya pada fisik, sabu-sabu menimbulkan efek hiperaktif, mulut kering, gemetar, berkeringat, dan peningkatan tekanan darah serta detak jantung.

Sabu-sabu hanya memberikan kenikmatan semu dan sementara bagi penggunanya. Di sisi lain, ada lebih banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh sabu-sabu bagi tubuh. Misalnya masalah psikologis, seperti depresi, mudah marah, dan suasana hati yang tidak stabil

Tak hanya itu, sabu-sabu juga menimbulkan ketergantungan, gangguan saraf, serangan jantung, kerusakan hati dan paru-paru, dan bisa berujung pada kematian. Mari jadikan kasus yang menimpa Jennifer Dunn sebagai pembelajaran bahwa ketika Anda mengonsumsi sabu, konsekuensi yang didapat bisa penjara atau hilangnya nyawa.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar