Sukses

Penderita Diabetes Rentan Terkena Stroke?

Menurut penelitian, seorang penderita diabetes lebih rentan untuk terkena stroke. Mari cari faktanya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Diabetes adalah suatu penyakit ketika tubuh tidak dapat menghasilkan hormon insulin yang cukup. Penyakit kronis ini ditandai dengan kadar gula darah yang jauh di atas normal. Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, seseorang yang menderita diabetes berisiko tinggi mengalami stroke.

Penderita diabetes tipe 2 lebih rentan terhadap pengerasan arteri yang disebut aterosklerosis. Menurut Dr. Philip B. Gorelick, seorang profesor di Translational Science and Molecular Medicine di Michigan State University College of Human Medicine, seseorang yang mengalami obesitas, tekanan darah dan kolesterol tinggi juga lebih rentan mengalami pengerasan arteri.

Sedangkan, menurut Dr. David W. Lam, dari Mount Sinai Diabetes Center, kadar gula darah tinggi yang dialami seseorang dari waktu ke waktu dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah.

 “Kondisi ini bisa memengaruhi aliran darah secara keseluruhan ke organ tubuh, termasuk otak, yang kemudian bisa berakibat stroke,” katanya.

Selain itu terdapat pula beberapa faktor lain yang membuat Anda berisiko lebih besar terkena stroke, namun faktor tersebut berada di luar kendali Anda. Beberapa hal yang berpengaruh tersebut meliputi riwayat keluarga, penuaan, memiliki riwayat serangan jantung atau atrial fibrillation (detak jantung tidak teratur). Faktor- faktor ini menempatkan seseorang dengan diabetes memiliki risiko yang lebih tinggi terkena stroke.

Selain itu, menurut Dr. Robert S. Bernstein dari Icahn School of Medicine, risiko stroke pada wanita dengan diabetes dua kali lipat lebih tinggi ketimbang wanita tanpa diabetes. Sementara itu, risiko stroke pada pria 1,8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pria yang tidak menderita diabetes.

Tingkat kerusakan yang diakibatkan oleh stroke pada beberapa orang bisa bervariasi. Banyak orang yang mengalami stroke dapat sembuh kembali setelah menjalani terapi fisik. Namun, sebagian besar juga memiliki beberapa efek jangka panjang, seperti kesulitan bicara, melemahnya satu sisi tubuh dan gangguan kesadaran.

Meskipun Anda tidak dapat mengendalikan risiko terkena stroke sepenuhnya, ada beberapa perubahan hidup yang dapat Anda lakukan untuk menurunkan risiko. Yang harus Anda lakukan adalah melakukan diet rendah gula dan lemak jenuh serta tidak mengonsumsi makanan yang mengandung kalori berlebih. Agar Anda lebih aman dalam menjalani diet, konsultasikan dengan dokter Anda.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar