Sukses

Mengenal Rotavirus, Penyebab Diare yang Mematikan

Kasus diare yang mengancam nyawa biasanya disebabkan oleh rotavirus. Bagaimana gejala dan cara mencegahnya?

Klikdokter.com, Jakarta Diare, khususnya pada anak, sering membahayakan dan mengancam nyawa. Ini karena penyakit tersebut dapat menyebabkan dehidrasi berat dan syok. Salah satu kuman yang paling sering menyebabkan diare seperti ini adalah rotavirus.

Rotavirus merupakan jenis virus yang menyerang saluran pencernaan. Virus ini menimbulkan diare dengan air yang sangat banyak, muntah, nyeri perut, dan demam tinggi yang terjadi selama 3-8 hari.

Rotavirus lebih sering menyerang bayi dan balita. Virus ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan dehidrasi berat akibat diare dan muntah hebat, ditambah dengan bayi dan balita yang enggan mengonsumsi cairan ketika sakit.

Gejala dehidrasi berat yang dapat timbul pada pasien adalah buang air kecil berwarna kuning pekat, urine tidak keluar dalam 4 jam, mulut kering, menangis tanpa keluar air mata, lemas atau mengantuk, hingga tak sadarkan diri.

Agar diare akibat rotavirus tak menyebabkan kematian, pasien harus mendapatkan cairan dalam jumlah cukup. Oralit harus diberikan tiap kali pasien mengalami diare atau muntah. Bila tidak bisa mengonsumsi cairan melalui mulut dengan cukup, pasien harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan cairan melalui infus.

Tidak ada pengobatan khusus untuk menghilangkan rotavirus dari dalam tubuh. Virus ini hanya dapat diatasi oleh sistem imun tubuh, dalam waktu 3-8 hari.

Meski diare akibat rotavirus sangat berbahaya, infeksi virus ini bisa dicegah dengan imunisasi. Terdapat dua jenis vaksinasi rotavirus, yaitu:

  • Vaksinasi rotavirus pentavalen, melindungi tubuh dari 5 subtipe rotavirus
  • Vaksinasi rotavirus monovalen, melindungi tubuh dari 1 subtipe rotavirus.

Imunisasi rotavirus pentavalen diberikan 3 kali, yaitu saat anak berusia 2, 4, dan 6 bulan. Sementara itu, imunisasi monovalen diberikan 2 kali, yaitu pada usia 2 dan 4 bulan. Imunisasi rotavirus diberikan dengan cara diteteskan ke mulut, bukan disuntikkan.

Dengan mengenali gejala, melakukan penanganan yang tepat, serta memberikan imunisasi sesuai jadwal, infeksi rotavirus tak lagi membahayakan. Oleh karena itu, jangan ragu untuk segera berkunjung ke dokter jika Anda menemukan adanya indikasi infeksi virus ini pada anak atau anggota keluarga lainnya.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar