Sukses

Rangsang Kreativitas Anak Lewat Lego

Bagaimana cara lego mengasah kreativitas anak? Temukan penjelasannya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Permainan lego kembali menarik hati banyak anak saat ini. Di rumah, si Kecil mungkin juga kerap memainkannya. Sejak kemunculannya di tahun 1940, Lego memang telah menjadi sebuah fenomena yang mendunia di bidang mainan edukasi anak-anak.

Lego berasal dari Denmark. Permainan ini merupakan sekumpulan balok plastik kecil yang bisa disusun sedemikian rupa, menjadi berbagai bentuk dan bangunan. Mainan ini tergolong constructive play, yaitu pola bermain dengan memanipulasi benda-benda untuk membuat sesuatu yang baru.

Oleh karena itu, kreativitas anak dapat terangsang saat bermain lego. Secara lebih detail, lego bisa mengasah kreativitas anak melalui tiga cara berikut ini:

  1. Mendorong keinginan untuk bermain

Anda mungkin menemukan beragam mainan konstruksi kreatif untuk anak. Akan tetapi, mainan-mainan tersebut mungkin membutuhkan perlengkapan lain seperti lem, cat warna, gunting, dan lainnya. Hal ini tentu membutuhkan waktu lama dan upaya ekstra sampai anak berhasil membuatnya.

Tidak demikian dengan lego. Mainan ini relatif mudah disusun, dilepas, serta dibangun kembali. Hasilnya, permainan ini akan membuat anak menjadi lebih percaya diri dan termotivasi untuk mencoba hal-hal baru.

  1. Memberi ruang dan keberanian untuk bereksplorasi

Agar kreativitas anak terasah, sebuah mainan harus bisa memberikan banyak kemungkinan. Jika hanya sedikit yang bisa didapat dari sebuah mainan, ketertarikan anak akan berkurang. Anak tidak dapat melakukan hal baru dari mainan itu.

Sedangkan lego memiliki banyak ukuran, warna, bentuk, dan fungsi, sehingga anak bisa bereksplorasi. Imajinasi anak menjadi tidak terbatas, karena mereka bebas membuat bentuk apapun dengan lego. Dalam situasi ini tidak ada benar atau salah, sehingga anak bisa bereksperimen tanpa takut gagal.

  1. Memberikan ide dan berbagai kemungkinannya

Pada dasarnya, anak ingin menyalurkan imajinasinya. Tetapi anak adalah makhluk yang sangat visual, sehingga perlu melihat sesuatu terlebih dulu agar punya ide untuk mewujudkan imajinasinya. Lego bersifat tiga dimensi, sehingga tampak nyata. Ini membuat anak memiliki bayangan tentang apa yang bisa dibangun, sesuai imajinasinya.

Selain merangsang kreativitas, lego juga mengasah kemampuan motorik halus, terutama pada anak balita. Melalui lego, anak belajar menghubungkan balok-balok yang berbeda bentuk dan ukuran.

Tentunya, membutuhkan tekanan yang berbeda ketika anak mencoba menghubungkan balok besar dengan balok kecil. Ini menjadi latihan yang baik bagi jari-jari anak agar terampil menulis, membuat prakarya, dan mengenakan pakaian sendiri kelak.

Bagi Anda yang sedang mencari mainan yang bermanfaat bagi si Kecil, lego dan sejenisnya bisa menjadi salah satu alternatif yang baik. Banyak keterampilan yang akan dipelajari anak melalui permainan lego. Jangan ragu untuk membiarkan anak bermain, karena itulah kebutuhan mereka.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar