Sukses

Anda Ingin Sehat? Belajarlah Memaafkan

Memaafkan orang lain memang bukan hal mudah. Namun dengan memaafkan, Anda dapat hidup lebih sehat.

Klikdokter.com, Jakarta Kesalahan besar yang dilakukan pasangan, sahabat, ataupun teman memang kerap bikin geram. Untuk menoleransi setiap kekeliruan itu bukan perkara mudah. Dibutuhkan hati yang besar untuk bisa memaafkan. Namun dengan memaafkan, Anda dapat hidup lebih sehat.

Hal tersebut merupakan sebuah kebenaran. Bahkan, beberapa ahli telah membuktikannya melalui penelitian. Berikut ini penjelasan lebih detail terkait dampak kesehatan dari proses memaafkan:

  1. Kesehatan mental

Memiliki sifat mudah memaafkan dapat berdampak positif pada kesehatan mental dan psikis Anda. Berdasarkan jurnal terkini yang dilakukan oleh The University of California, memaafkan orang lain dapat menghindarkan Anda dari stres.

Jurnal yang telah dipublikasikan di Journal of Health Psychology itu juga mengungkapkan, memaafkan dapat mengurangi risiko depresi dan kecemasan. Sementara itu, orang yang mudah dendam cenderung mengalami risiko depresi berat dan post traumatic stress disorder lebih tinggi.

  1. Menurunkan tekanan darah

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di the Journal of Behavioral Medicine, proses memaafkan dapat menurunkan tekanan darah. Hasil ini juga didukung penelitian oleh John Hopkins Medicine, yang menyebutkan bahwa ketika Anda tulus memaafkan seseorang, tingkat stres akan berkurang.

Hal itu akan berujung pada penurunan tekanan darah Anda. Perasaan tersakiti, dendam, dan stres memang dapat meningkatkan tekanan darah dalam jangka panjang.

  1. Memperbaiki kualitas tidur

Memaafkan seseorang dengan tulus dan hati yang besar dapat memperbaiki kualitas tidur Anda. Menurut penelitian yang dimuat di The Journal of Behavioral Medicine, memaafkan dapat meningkatkan kualitas tidur Anda. Perasaan negatif seperti dendam, marah, stres, dan terus-menerus memikirkan kesalahan orang lain diduga akan terbawa saat tidur.

  1. Sistem kekebalan tubuh

Studi yang dilakukan kepada pasien infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang tulus memaafkan orang lain cenderung memiliki tingkat CD4 lebih tinggi. Sebagai informasi, CD4 merupakan bagian dari status imun dan salah satu prediktor HIV. Studi tersebut telah dipresentasikan di The Society of Behavioral Medicine.

Memaafkan bukan sekadar kata. Lebih jauh dari itu, memaafkan merupakan proses melepaskan perasaan negatif, dan tidak lagi memikirkan apakah orang tersebut pantas dimaafkan atau tidak. Dengan demikian, memaafkan dapat menjadi cara untuk mendapatkan tubuh yang lebih sehat.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar