Sukses

Perawatan Behel yang Terlalu Lama Bikin Gigi Ngilu?

Benarkah perawatan ortodontik atau kawat gigi (behel) yang terlalu lama memicu gigi ngilu?

Klikdokter.com, Jakarta Perawatan ortodontik atau kawat gigi (behel) masih populer hingga kini. Fungsi pemakaian kawat gigi tidak hanya untuk mendukung penampilan, tetapi juga untuk membenahi fungsi gigi dalam mengunyah. Namun, benarkah perawatan behel yang terlalu lama dapat menimbulkan ngilu?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Anda sebaiknya mengetahui lebih dalam tentang perawatan ortodontik.

Perlu diketahui bahwa susunan gigi geligi yang rapi, serta hubungan gigi rahang atas dan bawah yang harmonis usai perawatan ortodontik akan mempermudah pembersihan gigi dari plak. Pemasangan kawat gigi juga dapat memperjelas bicara.

Selama dalam masa perawatan ortodontik, pasien harus kontrol setiap dua minggu atau sebulan sekali secara rutin ke dokter gigi. Saat kunjungan kontrol tersebut, dokter akan memeriksa gigi geligi, membersihkan gigi dari plak dan karang.

Kemudian, dokter akan mengganti karet elastis yang menempel pada behel. Jika tidak diganti, karet akan mengendur dan menjadi sarang plak.

Dokter juga akan mengganti kawat lengkung jika diperlukan. Seiring berjalannya perawatan, kawat perlu diganti. Jika tidak, kawat lama-kelamaan kawat dapat mengalami korosi di dalam mulut, sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik.

Sebagai informasi, kawat lengkung yang menempel pada behel berfungsi menyalurkan tekanan ke gigi, agar gigi dapat digerakkan. Kawat lengkung juga berperan memandu pergerakan gigi menuju lengkung gigi yang normal.

Karena banyak tindakan yang harus dilakukan saat kontrol, pasien harus mematuhi jadwal kontrol. Pasien yang kurang disiplin justru akan menyebabkan perawatan ortodontik berjalan lama dan tak kunjung selesai.

1 dari 2 halaman

Rasa ngilu akibat perawatan kawat gigi

Meski tidak terjadi pada semua orang, pemakaian kawat gigi dapat menyebabkan rasa ngilu. Umumnya, rasa ngilu terjadi akibat kekuatan alat yang memberikan tekanan pada gigi agar gigi dapat bergerak.

Risiko lainnya dari perawatan ortodontik adalah muncul karies (lubang gigi) akibat gigi di sekitar behel yang tidak bersih dan penumpukan plak di sekitar karet.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, perawatan ortodontik harus dikerjakan oleh dokter gigi. Untuk kasus yang ringan, perawatan dapat dilakukan oleh dokter gigi umum. Namun untuk kasus yang lebih berat bisa ditangani oleh dokter gigi spesialis ortodontik.

Sebaiknya Anda tidak melakukan pemasangan behel di tukang gigi atau ahli gigi. Sebab, umumnya tukang gigi tidak menempuh pendidikan medis. Selain itu, mereka tidak memiliki izin untuk melakukan perawatan tersebut.

Lagipula risiko terjadinya karies juga dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan perhatian ekstra. Anda juga perlu menggunakan sikat gigi khusus ortodontik yang didesain khusus untuk membersihkan sela-sela dan sekitar behel.

Pasta gigi yang mengandung fluor juga dapat mencegah karies. Namun berdasarkan penelitian, aplikasi fluor akan menyebabkan korosi pada kawat gigi atau behel. Karena itu, Anda perlu rutin datang untuk memeriksakan kondisi kawat gigi serta karet agar dapat diganti sesuai jadwal.  

[BA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar