Sukses

Bahaya Penyakit Asma pada Wanita Hamil

Penyakit asma bisa dialami siapa saja, bahkan di saat wanita hamil. Lalu, apa bahayanya?

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit asma adalah penyakit kronis yang paling umum terjadi pada kehamilan. Bahkan bisa dialami oleh wanita yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit asma sekalipun.

Selama kehamilan, asma tidak hanya bisa membahayakan kesehatan sang ibu, namun juga janin. Gangguan ini jelas dapat mengganggu suplai oksigen yang dibutuhkan oleh janin. Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi perkembangannya di dalam kandungan.

Efek kehamilan terhadap wanita yang memiliki asma sulit diperkirakan. Sekitar 1/3 wanita memiliki perbaikan, 1/3 wanita tidak ada perubahan, dan 1/3 wanita lainnya mengalami perburukan.

Sebuah penelitian menyebutkan, biasanya gejala asma akan memburuk saat trimester kedua dan ketiga kehamilan. Penelitian lain mengungkapkan, gejala asma paling buruk muncul saat usia kehamilan 24 dan 36 minggu dan setelahnya gejala akan terus mereda, hingga 90% wanita hamil tidak memiliki gejala asma saat proses persalinan.

Risiko asma saat hamil

Pada wanita hamil dengan derajat asma yang ringan mungkin tidak mendapat masalah yang besar dalam kehamilannya. Namun, asma bisa saja menjadi penyakit yang membahayakan jiwa bila tidak dikontrol dengan obat-obatan secara rutin. Risiko yang bisa Anda alami bila asma tidak dikontrol selama kehamilan, yaitu:

Risiko terhadap ibu:

  • Preeklamsia
  • Hipertensi pada kehamilan
  • Perdarahan rahim
  • Persalinan prematur

Risiko terhadap janin:

  • Kelainan bawaan pada bayi
  • Bayi berat badan lahir rendah
  • Intrauterine growth restriction (IUGR) – perkembangan janin terhambat
  • Gula darah rendah, kejang, dan frekuensi napas cepat pada bayi baru lahir
  • Kematian janin dalam kandungan
  • Kematian bayi baru lahir
1 dari 2 halaman

Penanganan asma saat hamil

Pada dasarnya, penanganan asma pada wanita hamil sama dengan pada wanita yang tidak hamil. Wanita hamil dengan asma perlu diberikan terapi obat pengontrol peradangan saluran napas dan obat pelega saat serangan asma.

Budenoside adalah jenis obat kortikosteroid inhalasi (dihirup) yang dianggap paling aman untuk digunakan sebagai pengontrol peradangan asma dalam kehamilan. Sedangkan, saat serangan asma terjadi obat yang aman biasa digunakan adalah salbutamol. Tentu penggunaannya harus dalam pengawasan dokter.

Selain itu, sangat penting untuk memantau pergerakan janin di dalam kandungan. Seperti, apakah ada penurunan intensitas gerakan tendangan janin. Anda harus lebih waspada ketika mengalami serangan asma dan merasakan adanya penurunan gerakan janin, yang bisa jadi merupakan tanda darurat.

Kemudian, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat memiliki penyakit asma saat hamil, yaitu:

  • Melakukan pemeriksaan fungsi paru setiap bulan, oleh dokter.
  • Memantau pergerakan janin setiap hari setelah usia kehamilan 28 minggu.
  • Melakukan pemeriksaan USG secara rutin.
  • Wanita hamil yang memiliki penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) harus mencegah kekambuhannya karena dapat mencetuskan asma.
  • Menghindarkan diri dari flu, karena penyakit ini bisa mencetuskan asma. Lakukan vaksinasi influenza yang bisa dilakukan di antara trimester 1–3.
  • Menghindari zat iritan yang dapat mencetuskan asma, seperti asap rokok, debu, dan zat pencetus lainnya.
  • Mendapat terapi antialergi bagi orang yang memiliki riwayat alergi. Alergi sering berkaitan dengan penyakit asma.

Penting sekali bagi Anda untuk melakukan pengobatan asma secara teratur saat hamil. Kesehatan tubuh saat hamil harus dijaga, karena demi kebaikan Anda dan calon buah hati dalam kandungan.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar