Sukses

Anda Posesif pada Pasangan? Ini Cara Mengubahnya

Pasangan sering protes karena Anda dinilai terlalu posesif? Cobalah untuk mengubahnya dari sekarang!

Klikdokter.com, Jakarta Anda mudah curiga, sering membatasi gerak-gerak pasangan, dan sebagainya? Dan menganggap itu semua sebagai perhatian semata? Pikir lagi. Ada garis tipis antara perhatian dan posesif-obsesif, lho!

Tak ada yang menguntungkan dengan menjadi posesif. Hal tersebut malah dapat merusak hubungan asmara Anda perlahan-lahan. Orang sering kali bersikap posesif karena takut kehilangan dan mempunyai rasa memiliki yang berlebihan. Ada juga yang trauma karena pernah dibohongi atau diselingkuhi pasangannya.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sifat posesif, serta mencapai hubungan yang setara dan saling percaya.

1. Tingkatkan rasa percaya diri

Jika rasa tidak aman adalah akar perilaku yang membuat posesif, Anda harus memiliki perasaan bahwa Anda layak dan berharga untuk pasangan. Bahkan, jika ketakutan yang Anda rasakan itu benar-benar terjadi, percayalah bahwa dunia tidak akan berakhir hanya karena masalah yang Anda alami.

2. Hindari pengawasan yang berlebih

Tindakan pengawasan berlebihan hanya akan membuat pasangan merasa terasing dan kurang privasi. Padahal ruang personal adalah salah satu elemen penting dalam setiap hubungan.

Jika Anda bertahan dengan sikap ini, Anda akan membuat citra buruk tentang diri sendiri. Karena itu, cobalah untuk mengabaikan keinginan untuk memiliki kuasa atas pasangan. Mengecek pasangan tiada henti justru akan memicu Anda untuk terus cemburu.

3. Lupakan masa lalu

Apakah Anda pernah dibohongi pasangan yang dulu atau bahkan pasangan yang sekarang? Sebab jika Anda memiliki keinginan kuat untuk mengendalikan pasangan, kemungkinan hal ini ada kaitannya dengan pengalaman Anda sebelumnya.

Bila perasaan masa lalu masih terus membayangi Anda, tak ada salah mencoba terapi untuk memahami dan menangani perasaan tersebut. Kecemasan yang Anda alami tidak akan pernah hilang jika Anda tidak mengatasi dari mana asalnya sumber permasalahan itu.

 

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

4. Pahami soal “suara hati kritis”

Semua orang memiliki “suara hati kritis”, yang tak henti-hentinya mengkritik bahkan menyalahkan diri sendiri. Suara hati jenis ini sering kali menyabotase hubungan Anda dengan pasangan, dan terkadang memunculkan pikiran seperti, “Mungkin dia menipu saya”, “Siapa yang akan mencintai saya?” atau “Dia hanya akan meninggalkan saya”.

Jika memang itu yang terjadi, pahamilah bahwa suara hati ini digerakkan oleh kecemasan yang berlebihan dan Anda perlu mencari cara untuk mendiamkannya. Sebab pada akhirnya mereka akan mendistorsi pemikiran dan mendorong Anda untuk melakukan tindakan posesif.

5. Bicara dengan pasangan

Percakapan terbuka dan jujur dengan pasangan adalah hal yang sangat penting dalam membina suatu hubungan. Biarkan pasangan mengetahui apa yang terjadi di dalam diri Anda. Tanyakan juga kepada pasangan mengenai hal-hal yang mengganjal Anda dan sebaliknya. Dengan demikian, Anda dan pasangan dapat lebih memahami perasaan masing-masing.

Sifat posesif tidak akan membuat hubungan Anda langgeng. Justru hal ini akan membuat pasangan ingin meninggalkan Anda secepatnya. Akhirnya, yang didapat bukan hubungan yang awet dan bahagia, melainkan hubungan penuh kecemburuan dan ketegangan.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar