Sukses

PCOS Penyebab Wanita Sulit Hamil

Mengapa Polycystic ovary syndrome (PCOS) menyebabkan wanita sulit hamil? Ini penjelasannya.

Klikdokter.com, Jakarta Polycystic ovary syndrome (PCOS) merupakan gangguan keseimbangan hormon pada wanita. Ketidakseimbangan hormon tersebut menimbulkan ketidakteraturan siklus menstruasi, sehingga menyebabkan wanita sulit untuk hamil.

Wanita dengan PCOS juga memiliki ukuran ovarium (indung telur) lebih besar dari kondisi normal. Ovarium yang membesar ini memiliki banyak kista kecil berisi sel telur yang tidak matang. Oleh karena itu, kondisi ini disebut polycystic ovary syndrome.

PCOS menyebabkan tubuh wanita memproduksi hormon androgen lebih banyak dari kondisi normal. Androgen dikenal sebagai hormon pria, karena normalnya hormon androgen pada pria lebih banyak dibanding wanita, dan memiliki peran penting dalam menimbulkan sifat jantan di dalam tubuh. Pada wanita hormon androgen diubah menjadi hormon estrogen.

Penyebab PCOS belum diketahui dengan jelas, tetapi diduga karena faktor genetik. Risiko mengalami gangguan ini meningkat pada wanita yang memiliki riwayat tersebut atau diabetes pada keluarganya. Gejala yang sering timbul berupa:

  • Peningkatan berat badan dan sulit diturunkan
  • Rambut tumbuh lebih tebal di bagian wajah dan tubuh
  • Mudah berjerawat
  • Siklus haid tidak teratur
  • Depresi
  • Kesulitan hamil

Kadar androgen yang tinggi pada wanita dengan PCOS dapat mengganggu pembentukan sel telur dan ovulasi (proses pelepasan sel telur matang dari indung telur). Hal ini mengakibatkan sel telur tidak bisa dibuahi oleh sperma yang pada akhirnya tidak bisa menyebabkan terjadinya kehamilan.

Jadi dapat dikatakan bahwa PCOS menjadi salah satu penyebab infertilitas atau kesulitan punya anak pada wanita. Lantas bagaimana cara agar bisa hamil meskipun mengalami PCOS?

 

1 dari 2 halaman

Penanganan PCOS

Berikut ini beberapa cara untuk menangani wanita dengan PCOS agar bisa hamil:

  1. Pemberian pil pengatur siklus haid

Pemberian pil semacam kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen dan progestin dapat mengurangi produksi hormon androgen, sehingga membuat siklus haid teratur. Anda perlu mengonsumsi pil tersebut dalam dua minggu, setiap bulan, selama 1-2 bulan.

  1. Pengobatan yang membantu proses ovulasi

Pemberian obat-obatan yang membantu proses ovulasi hanya setelah pemberian pil pengatur siklus haid selesai, dan Anda siap untuk hamil. Obatnya terdiri dari beberapa pilihan, yaitu clomiphene (anti-estrogen), metformin (jika clomiphene tidak berhasil), obat suntikan berisi follicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH), dan letrozol.

Selain pemberian obat-obatan, penurunan berat badan pada wanita dengan berat badan berlebih atau obesitas juga penting. Hal ini diperlukan agar dapat menurunkan kadar hormon, selanjutnya diharapkan siklus haid menjadi lebih teratur. Wanita juga perlu menerapkan gaya hidup sehat seperti memperhatikan asupan makan, berolahraga rutin, dan menghindari rokok.

Setelah mengenali penyebab Polycystic ovary syndrome (PCOS) yang merupakan salah satu penyebab wanita sulit hamil, Anda bisa lebih waspada. Jika Anda mempunyai gangguan haid, tidak ada salahnya untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar