Sukses

Dampak Preeklamsia pada Ibu Hamil dan Janin

Jangan sepelekan sejumlah gejala akibat preeklamsia yang dialami oleh ibu hamil karena bisa membahayakan ibu dan janin.

Klikdokter.com, Jakarta Preeklamsia adalah suatu kumpulan gejala yang terjadi pada ibu hamil. Kondisi ini terjadi karena adanya kenaikan tekanan darah, terdapat protein di urine, dan pembengkakan tubuh. Penyebab pasti dari preeklamsia masih belum diketahui secara pasti. Namun plasenta yang tidak berfungsi dengan optimal diduga menjadi salah satu penyebabnya.

Faktor genetik juga agaknya memengaruhi preeklamsia. Jika tidak ditangani dengan baik, preeklamsia dapat berdampak buruk bagi ibu. Preeklamsia dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada ibu yang mengancam nyawa. Ibu hamil yang menderita preeklamsia berpotensi mengalami berbagai gangguan seperti:

  • Eklamsia

Preeklamsia meningkatkan kemungkinan seorang ibu mengalami eklamsia. Eklamsia adalah kejadian kejang pada wanita hamil. Ibu yang mengalami eklamsia dapat mengalami penurunan kesadaran, bahkan kematian. Evakuasi janin merupakan terapi untuk ibu yang mengalami eklamsia.

  • Gangguan ginjal

Gangguan ginjal merupakan salah satu komplikasi preeklamsia yang dapat terjadi. Penderita preeklamsia dapat mengalami penurunan fungsi ginjal yang dapat menyebabkan penumpukan racun, dan cairan pada tubuh.

  • Edema paru

Penderita preeklamsia juga memiliki risiko mengalami serangan sesak napas berat akibat penumpukan cairan di paru.

  • Sindrom Hemolysis, Elevated Liver Enzimes and Low Platelet Count (HELLP)

Kondisi yang juga disebut sebagai sindrom hemolisis, peningkatan enzim hati, dan jumlah trombosit yang rendah, merupakan kegawatan yang memerlukan penanganan khusus. Pasien dengan sindrom HELLP membutuhkan penanganan yang cepat, karena sindrom tersebut dapat menyebabkan gangguan yang mengancam nyawa ibu dan janin.

1 dari 2 halaman

Preeklamsia

Di samping itu, janin juga dapat mengalami gangguan akibat preeklamsia yang perlu diwaspadai. Berbagai gangguan kandungan dapat terjadi sehingga meningkatkan angka kematian janin.

Berikut ini adalah dampak buruk preeklamsia pada janin:

  • Gangguan pertumbuhan janin

Janin mengalami keterlambatan pertumbuhan akibat gangguan aliran darah janin, yang menyebabkan gangguan pasokan gizi terhadap janin. Janin dapat lahir dengan berat badan yang rendah.

  • Kematian janin di dalam kandungan

Janin dapat mengalami berbagai gangguan yang menyebabkan kematian dalam kandungan akibat gangguan pembuluh darah janin.

  • Gangguan pernapasan bayi

Bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan preeklamsia cenderung lebih kecil dengan organ pernapasan yang belum matang. Bayi yang lahir dengan gangguan ini memerlukan pemantauan khusus di ruang intensif neonatus.

  • Penyakit metabolik di masa depan

Bayi yang lahir dari ibu preeklamsia juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita berbagai penyakit (seperti diabetes dan hipertensi) saat beranjak dewasa.

Jika sedang hamil, Anda perlu memantau tekanan darah dan memeriksakan diri secara berkala. Berbagai komplikasi preeklamsia pada ibu hamil dan janin dapat dicegah dengan pemantauan yang ketat. Mari lindungi buah hati dari dampak buruk preeklamsia!

[BA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar