Sukses

Menyingkap Cara Kerja dan Manfaat Suntik Filler

Suntik filler sudah banyak tersedia di berbagai klinik kecantikan. Bagaimana cara kerja dan apa manfaatnya?

Klikdokter.com, Jakarta Tidak sedikit orang yang risih dengan penuaan yang terjadi, khususnya pada wajah. Tak heran metode suntik filler semakin digandrungi, karena tindakan ini dapat menjadi alternatif dari masalah tersebut.

Ya, suntik filler memang terbukti dapat membuat seseorang menjadi tampak lebih muda. Ini karena metode tersebut dapat menghilangkan kerutan, menghaluskan kulit hingga memperbaiki bentuk wajah. 

Di samping itu, prosedur suntik filler juga tergolong cepat; hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Meski begitu, efek yang ditimbulkan dari metode yang satu ini bisa bertahan hingga 4 bulan atau bahkan 1 tahun.

Cara Kerja Suntik Filler

Cara kerja suntik filler adalah dengan mengisi garis halus, lipatan atau beberapa area dengan zat tertentu. Beberapa zat yang dimaksud adalah asam hialuronat, kolagen, lemak autologus (dari tubuh), atau yang lainnya.

Manfaat Suntik Filler

Secara sederhana, suntik filler juga dapat memberikan manfaat berupa:

  1. Membuat bibir tipis lebih bervolume.
  2. Meningkatkan kontur wajah yang dangkal, misalnya menaikkan pipi, dagu, dan rahang.
  3. Mengurangi lipatan wajah dan keriput, misalnya smile lines.
  4. Memperbaiki luka, misalnya bekas jerawat.
  5. Memperbaiki kelainan kontur pada area wajah.
  6. Menurunkan atau menghilangkan bayangan kelopak mata bawah atau kantung mata bawah.

Untuk mendapatkan hasil yang benar-benar maksimal, suntik filler perlu dilakukan berulang kali. Ini menyesuaikan kondisi dan keinginan pasien. Keberhasilan dari prosedur ini pun tergantung dari kesehatan kulit pasien, keahlian dokter, jumlah serta jenis bahan filler yang digunakan.

Tidak dimungkiri, suntik filler memang dapat menjadi alternatif untuk menangkis penuaan yang terjadi di wajah. Akan tetapi, tindakan ini tidak bisa dilakukan sekenanya. Sebelum mecoba prosedur suntik filler, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter ahli.

[NB/RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar