Sukses

Kenapa Obat Antibiotik Harus Dihabiskan?

Anda tentu tak asing dengan obat antibiotik. Tapi tahukah Anda mengapa obat ini harus dihabiskan?

Klikdokter.com, Jakarta Tidak ada seorang pun yang ingin sakit. Tapi terkadang, saat kekebalan tubuh menurun, virus dan bakteri akan lebih mudah menyerang tubuh. Oleh sebab itu, Anda pasti memerlukan obat untuk menghilangkan virus dan bakteri tersebut dari tubuh. Untuk itu, pengobatan yang diberikan pun harus sesuai dengan gejala dan penyebabnya. Pemberian obat antibiotik adalah salah satu solusinya.

Bagi masyarakat Indonesia obat antibiotik bukan sesuatu yang asing lagi. Obat antibiotik bahkan sering dijadikan obat yang harus dikonsumsi saat ada penyakit dalam tubuh. Kebebasan membeli antibiotik di apotek yang tersebar di Indonesia membuat obat ini mudah didapatkan. Hal ini justru dapat membahayakan kesehatan Anda.

Obat antibiotik memang bisa menyelamatkan nyawa manusia karena mempunyai fungsi membunuh bakteri dalam tubuh. Normalnya, antibiotik akan diberikan saat dokter curiga penyebab penyakitnya adalah virus dan bakteri.

Jika penyebabnya virus, maka dokter tidak akan memberikan antibiotik sebagai terapi. Karena penyakit yang disebabkan oleh virus akan sembuh dengan sendirinya ketika sistem kekebalan tubuh berjalan dengan baik.

Antibiotik sendiri memiliki beberapa efek samping yang sering dialami oleh penggunanya. Hal yang paling sering terjadi adalah diare, gatal-gatal hingga dampak yang paling berbahaya adalah resistensi antibiotik, terutama jika penggunaannya tidak sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh dokter.

Resistensi antibiotik sendiri merupakan suatu keadaan dimana mikroorganisme yang seharusnya sensitif terhadap antibiotik menjadi kebal terhadap antibiotik tersebut. Pada saat ini terjadi, fungsi antibiotik untuk membunuh atau menghentikan tumbuh kembang virus dan bakteri menjadi tidak berguna.

Lalu, kapan resistensi antibiotik itu terjadi?

  1. Ketika penggunaan antibiotik tidak sesuai dengan fungsinya

Antibiotik sebenarnya hanya digunakan untuk membunuh atau menghentikan tumbuh kembang virus dan bakteri di dalam tubuh. Tapi masyarakat awam sering menyamaratakan penggunaan antibiotik untuk mengobati semua penyakit. Akhirnya, bakteri pun akan kebal dengan jenis antibiotik yang diberikan.

  1. Jika antibiotik tidak dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter

Antibiotik yang diberikan dengan resep dokter pasti jumlah dan caranya sudah sesuai dengan aturan. Antibiotik harus diberikan dalam jumlah tertentu dan dalam waktu tertentu juga untuk manfaat yang maksimal.

Tapi untuk pengguna yang “nakal”, cara konsumsi dan dosis antibiotik yang diberikan biasanya tidak sesuai. Mereka biasanya akan berhenti mengonsumsi obat saat gejala atau keluhan sudah tidak dirasakan lagi. Padahal saat gejala tidak muncul bukan berarti bakteri dalam tubuh sudah mati. Bisa saja saat itu bakteri sedang non aktif karena pemberian antibiotik.

Jadi, konsumsilah obat antibiotik sesuai aturan untuk meminimalkan efek samping yang ada. Habiskan antibiotik walaupun gejala sudah tidak lagi timbul. Jangan simpan sisa obat untuk dikonsumsi selanjutnya, karena penyakit lain yang muncul belum tentu diterapi dengan obat yang sama.

[NP/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar