Sukses

Mengenal Mioma Uteri pada Kehamilan

Ini yang harus Anda ketahui mengenai mioma uteri pada kehamilan.

Klikdokter.com, Jakarta Mioma uteri yang dikenal juga dengan miom adalah suatu tumor jinak yang tumbuhnya berasal dari jaringan otot di rahim (uterus). Tumor tersebut bisa tumbuh ke arah luar dinding rahim, dalam rongga rahim, atau di dalam dinding rahim itu sendiri.

Ukuran mioma uteri bisa bervariasi dari seukuran kacang polong hingga lebih besar dari buah jeruk. Bahkan, mioma uteri bisa tumbuh lebih dari satu di rahim.

Sekitar 40–60% wanita dapat mengalami mioma uteri pada usia 35 tahun. Ada juga yang mengalaminya pada usia di atas 50 tahun. Belum diketahui secara jelas penyebab dari mioma uteri. Namun, diduga faktor genetik dan hormonal dapat memengaruhi.

Sering kali mioma uteri tidak menimbulkan gejala. Namun, ada beberapa gejala yang bisa timbul akibat mioma uteri, yaitu:

  • Lama menstruasi yang memanjang
  • Jumlah darah menstruasi yang sangat banyak
  • Nyeri perut bawah
  • Kram perut berat saat menstruasi
  • Peningkatan frekuensi berkemih atau gangguan berkemih
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Sulit buang air besar
  • Kesulitan untuk hamil

Sering kali dokter sulit untuk menentukan adanya mioma uteri pada saat kehamilan. Hal ini dikarenakan adanya proses penebalan dinding rahim saat kehamilan. Selain itu, karena dipengaruhi hormon, mioma uteri bisa bertambah besar saat kadar hormon estrogen meningkat—seperti saat kehamilan.

Meski demikian, wanita yang mengalami mioma uteri umumnya dapat menjalani kehamilan dengan normal, namun tentu masih ada masalah yang mungkin terjadi.

Berikut ini adalah beberapa hal yang harus Anda ketahui ketika mengalami mioma uteri saat hamil:

1 dari 2 halaman

Memantau miom saat kehamilan

Lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk memantau pula kondisi miom Anda. Pemeriksaan USG yang dilakukan saat kehamilan juga akan membantu dalam melihat perkembangan miom.

Pada beberapa kasus dengan ukuran miom yang besar, dapat memengaruhi kesuburan wanita. Misalnya, miom yang menutupi saluran falopi (saluran tempat pembuahan sel telur oleh sel sperma). Penanganan miom pada kehamilan sangat dipengaruhi letak tumbuhnya, dan akan dipantau apakah miom tersebut mengganggu proses kehamilan serta persalinan.

Masalah akibat miom saat kehamilan

Pada trimester satu (tiga bulan pertama) kehamilan, masalah yang sering ditimbulkan oleh miom adalah perdarahan, nyeri, dan yang paling parah adalah keguguran. Pada trimester dua dan tiga kehamilan, dengan bertambah besarnya rongga rahim, akan mendesak miom serta menimbulkan keluhan nyeri perut atau kram perut.

Desakan tersebut bisa menghambat aliran darah ke miom dan menyebabkan kematian jaringan miom itu sendiri. Kondisi ini dapat memicu keluhan nyeri perut hebat yang dapat mencetuskan kelahiran prematur atau bahkan keguguran.

Penelitian menyebutkan, hamil dengan miom meningkatkan risiko terjadinya solusio plasenta atau lepasnya plasenta dari dinding rahim saat belum waktunya persalinan. Keadaan ini dapat membahayakan ibu maupun janin.

Peluang melahirkan secara normal menurun

Miom yang terjadi pada kehamilan akan menurunkan peluang melahirkan secara normal dan harus melalui operasi caesar. Hal ini disebabkan oleh hambatan kontraksi rahim yang ditimbulkan oleh miom. Selain itu, miom juga mungkin menutup jalan lahir Anda yang tentu akan mengganggu proses persalinan.

Persoalan yang mungkin terjadi pula adalah persalinan bayi dengan bagian bokong atau kaki yang terlebih dahulu lahir. Normalnya bagian kepala adalah yang lahir terlebih dahulu.

Diet memengaruhi pertumbuhan miom

Asupan makanan Anda sehari-hari dapat memengaruhi pertumbuhan mioma uteri. Perlu diketahui, peningkatan kadar hormon insulin darah dapat meningkatkan kadar hormon estrogen pula, yang dapat membantu pertumbuhan miom.

Oleh karena itu, penting untuk membatasi asupan makanan yang mengandung tinggi gula sejak mempersiapkan kehamilan. Dengan demikian, Anda juga dapat mencegah terjadinya diabetes dalam kehamilan. 

Mioma uteri pada kehamilan tidak sering menimbulkan masalah jika Anda memberi perhatian lebih saat kontrol rutin ke dokter. Bukan tidak mungkin ada komplikasi yang dapat muncul akibat mioma uteri yang dapat membahayakan diri Anda dan janin. Jagalah kehamilan Anda dengan sebaik-baiknya!

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar