Sukses

Awas, 5 Kondisi Ini Pantang Konsumsi Jahe

Dengan mengetahui kondisi dan waktu yang tepat untuk mengonsumsi jahe, Anda akan terselamatkan dari beberapa risiko penyakit.

Klikdokter.com, Jakarta Jahe ternyata memiliki beberapa dampak buruk bagi beberapa orang yang memiliki gangguan kesehatan. Agar kesehatan tidak semakin buruk, sebaiknya Anda perlu mengetahui kondisi-kondisi kapan Anda harus menghindari jahe.

1. Saat mngalami kelainan darah

Zat antikoagulan yang terdapat pada jahe dapat meningkatkan sirkulasi darah. Pada beberapa kasus dimana seseorang mengalami kondisi darah seperti hemofilia (pembentukan darah tidak terjadi dengan benar), hal ini justru akan memperburuk kondisi. Selain itu, penyakit kardiovaskular, rheumatoid arthritis, dan kolesterol tinggi juga harus menghindari jahe.

2. Saat mengonsumsi obat

Jahe bisa mengencerkan dan mengurangi tekanan darah. Mengonsumsinya bersamaan dengan obat tertentu dapat menimbulkan dampak berbahaya bagi tubuh. Karena itu, jahe tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan antikoagulan, beta blocker, aspirin, atau insulin.

3. Saat masa kehamilan

Jahe banyak disarankan untuk wanita hamil, terutama pada trimester pertama, karena bahan alami ini diyakini dapat mengurangi mual dan muntah.

Namun menurut dr. Kartika Mayasari ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsi jahe. Bagi ibu hamil, dosis jahe yang disarankan adalah 1000–1500 mg per hari, yang dibagi dalam 2–4 kali konsumsi. Lebih dari itu, jahe dikhawatirkan dapat berdampak negatif, seperti rasa terbakar pada lambung. Konsumsi dalam jumlah besar bahkan dikhawatirkan akan meningkatkan risiko keguguran.

4. Saat berat anda di bawah normal

Jahe dapat memicu sekresi pada enzim pencernaan dan mendorong pembakaran lemak tubuh. Mengonsumsi jahe bagi mereka yang memiliki berat badan di bawah normal dapat memicu kerontokan rambut, berkurangnya massa tubuh, hilangnya selera makan dan gangguan menstruasi pada wanita.

5. Penderita diabetes

Makan jahe bisa mengurangi kadar gula darah. Karena itu, penderita diabetes harus memantau gula darah setelah mengonsumsi jahe. Penderita diabetes yang kelebihan mengonsumsi jahe biasanya akan merasa lemas atau pusing.

Jika kondisi yang telah disebutkan tidak kunjung membaik, segera dapatkan bantuan medis. Penderita diabetes yang mengonsumsi jahe secara rutin harus berbicara dengan dokter tentang obat yang tepat untuk mengurangi kemungkinan penurunan kadar gula darah.

Nah, sekarang Anda sudah tahu untuk tidak mengonsumsi jahe saat Anda berada pada kondisi tersebut. Agar Anda terhindar dari gangguan kesehatan yang lebih parah akibat jahe, konsultasikan dengan dokter  mengenai asupan yang tepat.

[DA/ RVS]

1 Komentar

  • Amalia Syamsiah

    Sy suka mnggodok jahe lalu pki gula merah sk d.minum pg n dore.bgimna apakah ada efek samping krna kdg2 kolesterol n adam urat sy sk naik mohon jawabanya?