Sukses

Mengenal Aneka Pemanis Lebih Dekat

Mengenal aneka pemanis akan bermanfaat bagi Anda yang ingin diet atau menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Klikdokter.com, Jakarta Pemanis merupakan suatu zat yang ditambahkan ke dalam makanan untuk memperkuat rasa manis. Agar tidak terjebak ke dalam ‘perangkap manis’ zat ini, Anda perlu mengenalinya lebih dekat.

Cara termudah untuk mengenal aneka pemanis adalah dengan melihat apakah pemanis tersebut memiliki kandungan nutrisi (nutritive sweeteners) atau tidak (non-nutritive sweeteners).

Pemanis Bernutrisi

Pemanis bernutrisi mengandung karbohidrat, sehingga disebut juga sebagai pemanis berkalori. Pemanis jenis ini disebut dengan ‘gula’ atau ‘gula tambahan’.

Pada label kemasan makanan, pemanis bernutrisi biasanya tertulis sebagai glukosa, fruktosa, sukrosa (gula pasir, gula aren, gula jawa), maltosa, madu, atau corn syrup. Pemanis bernutrisi dapat pula berasal dari gula alkohol (poliol), yang diproduksi secara alami maupun buatan.

Meski mengandung karbohidrat dan kalori, kadarnya jauh lebih rendah daripada gula pasir (sukrosa), sehingga kurang berefek pada kadar gula darah. Di samping itu, pemanis jenis ini juga tidak menyebabkan gigi berlubang serta aman digunakan untuk penderita diabetes.

Contoh dari pemanis bernutrisi yang sering digunakan, misalnya erythritol, isomaltosa, maltitol, manitol, xylitol, dan sorbitol.

Pemanis Tidak Bernutrisi

Kelompok pemanis yang tidak mengandung nutrisi disebut dengan pemanis rendah kalori atau pemanis buatan. Karena rendah kalori, pemanis ini dapat digunakan sebagai pengganti gula.

Pemanis rendah kalori biasa ditemukan dalam makanan dan minuman diet atau ‘bebas gula’, jus buah, agar-agar, yoghurt, dan permen karet.

Contoh dari pemanis jenis ini adalah aspartam, sakarin, sukralosa, kalium asesulfam (acesulfame-K), siklamat, dan stevia. Dari semua jenis ini, sukralosa adalah yang terbaik untuk memasak dan membuat kue.

Sedangkan stevia merupakan pemanis baru, yang popularitasnya sedang menanjak. Pemanis ini berasal dari ekstrak daun stevia, dan merupakan satu-satunya pemanis alami yang tak berkalori.

Selain untuk menambah rasa manis pada minuman dan makanan, stevia juga bisa dipakai untuk memasak dan membuat kue. Rasanya 200-300 kali lebih manis daripada gula pasir, dan merupakan satu-satunya pemanis rendah kalori yang memiliki manfaat langsung dalam menurunkan kadar gula dan tekanan darah.

Di pasaran, sebagian pemanis rendah kalori dikombinasikan dengan pemanis berkalori agar tidak menimbulkan aftertaste yang kurang enak di lidah. Jika Anda sedang berusaha diet atau memiliki diabetes, pemanis kombinasi seperti ini sebaiknya dihindari.

Aneka pemanis, baik yang alami maupun buatan, telah melalui berbagai tahap pengujian dan pengkajian ulang sebelum dipasarkan sehingga aman untuk dikonsumsi. Efek sampingnya juga jarang ditemukan, selama dikonsumsi dalam jumlah wajar.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar