Sukses

Bolehkah Balita Diberikan Minuman Isotonik?

Minuman isotonik dapat menggantikan cairan tubuh dengan cepat. Namun, apakah balita juga boleh diberikan minuman ini?

Klikdokter.com, Jakarta Minuman isotonik sering dikonsumsi oleh para atlet setelah berolahraga, orang yang beraktivitas berat, dan penderita diare. Lalu, bagaimana dengan balita? Apakah mereka boleh diberikan minuman ini?

Sebelumnya, Anda perlu mengetahui bahwa minuman isotonik adalah minuman yang kepekatannya sama dengan cairan tubuh, sehingga dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang. Minuman isotonik mengandung karbohidrat, gula, elektrolit, dan mineral seperti natrium, kalium, kalsium, dan sebagainya.

Minuman isotonik biasa tidak boleh diberikan sembarangan, apalagi kepada balita karena komposisinya untuk orang dewasa. Namun, minuman isotonik juga ada yang khusus bayi sehingga dapat dikonsumsi ketika balita berisiko dehidrasi akibat diare.

Minuman isotonik bayi mengandung air, sodium, potasium, klorida, dan besi. Minuman ini juga mengandung gula yang dapat memberikan rasa serta kalori untuk energi.

Namun, pemberian minuman isotonik pada balita tetap membutuhkan pengawasan khusus dari dokter spesialis anak. Jumlah minuman isotonik yang dibutuhkan tergantung dari berat badan balita. Minuman ini biasanya hanya digunakan dalam waktu 12–24 jam.

Setelah diarenya berkurang, penggunaan minuman isotonik dapat dihentikan. Selain itu, balita yang minum ASI sebaiknya tetap minum ASI saat diare tanpa tambahan minuman isotonik.

Jadi, minuman isotonik bayi boleh diberikan kepada balita. Meski demikian, penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter spesialis anak.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar