Sukses

Bahaya di Balik Terapi Urine

Banyak orang percaya terapi urine dapat mengobati penyakit. Namun, terapi ini ternyata memiliki beberapa efek samping.

Klikdokter.com, Jakarta Terapi urine sudah lama dipraktikkan sebagai pengobatan alternatif. Anda mungkin kenal keluarga atau kerabat yang pernah melakukan terapi ini. Namun sebenarnya terapi urine belum dapat dibuktikan secara uji klinis.

Urine adalah cairan sisa produk yang tidak berguna dan tidak disimpan di dalam tubuh. Urine disaring oleh ginjal untuk kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urineasi.

Kandungan urine terdiri dari air 95%, 2,5% urea, dan sisanya merupakan kombinasi dari garam, berbagai mineral, enzim, dan hormon. Banyak nutrisi penting dan bahan kimia berakhir dalam urine. Selain itu, dari urine dapat mencerminkan bagaimana fungsi tubuh seseorang bekerja.

Nutrisi dan bahan kimia yang berada di dalam urine dipercaya oleh beberapa kalangan dapat kembali digunakan sebagai antivirus alami, antibakteri, bahkan antikarsinogenik.

Meski begitu, sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa meminum urine, memijat, mandi, atau aplikasi lainnya dari urine akan merangsang produksi antibodi atau pengobatan melawan kanker.

Perlu diperhatIkan beberapa risiko dari terapi urine ini. Pertama, kandungan urine dapat berubah tergantung apa yang dikonsumsi orang tersebut.

Selanjutnya, jika seseorang memiliki infeksi saluran kemih atau penyakit menular seksual, bakteri penyebab infeksi tersebut ada di dalam urine. Jika diminum tentunya dapat menimbulkan penyakit dan gangguan kesehatan.

Terdapat juga beberapa efek samping setelah minum urine, seperti rasa gatal, kemerahan di kulit, diare, nyeri, bahkan demam.

Oleh karena itu, terdapat beberapa peraturan yang harus dilakukan sebelum melakukan terapi urine, yakni:

• Orang yang sedang menjalani pengobatan rutin dan perokok berat dilarang untuk melakukan terapi urine.

• Orang yang menderita penyakit di daerah genital, atau terdapat infeksi di kandung kemih, dilarang untuk minum urine mereka sendiri.• Urine yang akan diminum tidak boleh direbus atau dipanaskan.

• Urine yang digunakan hanya urine di pagi hari, dan diambil dari pancaran urine tengah karena urine yang keluar pertama kali terkadang mengandung bakteri.

Jadi, sampai saat ini belum ada penelitian yang mendukung adanya manfaat penggunaan urine untuk kesehatan. Karena itu, sebelum Anda memutuskan untuk terapi urine, jangan ragu untuk berkonsultasi dulu kepada dokter untuk memastikan dampaknya.

[RS/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar