Sukses

Inilah 3 Akibat Konsumsi Protein Berlebihan

Apa yang terjadi pada tubuh jika Anda berlebihan mengonsumsi protein?

Klikdokter.com, Jakarta Seorang binaragawati asal Australia, Meegan Hefford (25) ditemukan meninggal dunia lantaran diet tinggi protein. Meski ditemukan adanya faktor kelainan genetik, yaitu gangguan siklus urea, beberapa penelitian menyebut berlebihan mengonsumsi protein dapat berakibat fatal.

Berikut ini yang terjadi apabila Anda berlebihan mengonsumsi protein:

  1. Berat badan bertambah

    Jumlah protein yang baik akan membantu tubuh tetap sehat, tapi jika terlalu banyak mengonsumsi protein justru bisa menyebabkan berat badan meningkat. Dalam 1 gram protein mengandung sekitar 4 kalori.

    Anda perlu membatasi jumlah protein harian agar sesuai dengan kebutuhan tubuh. Selain itu, konsumsi protein berlebih akan mengubah kalori menjadi gula, kadar gula darah yang meningkat bisa memberi makan bakteri patogen dan ragi.

  2. Ginjal bermasalah

    Ginjal berfungsi menangani beberapa penyaringan produk limbah yang dibuat saat tubuh mencerna makanan. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa diet tinggi protein memberi tekanan lebih besar pada ginjal untuk melakukan pekerjaannya.

    Sebuah studi tahun 2003 menemukan bahwa kerusakan tersebut hanya terlihat pada orang-orang dengan tahap awal penyakit ginjal. Terlalu banyak protein, tubuh Anda harus mengeluarkan lebih banyak produk limbah nitrogen dari darah yang akhirnya menekan kerja ginjal Anda.

    Sementara itu, Beth Warren, R.D.N, pendiri Beth Warren Nutrition dan penulis buku Living a Real Life with Real Food mengatakan, diet tinggi protein tinggi juga bisa berbahaya, terlebih lagi jika seseorang memiliki kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, salah satunya penyakit ginjal.

    “Bagi kebanyakan orang dewasa muda yang sehat, diet tinggi protein mungkin tidak berakibat fatal, walaupun ini tidak ideal juga untuk kesehatan,” ujar ahli gizi ahli Lisa Moskovitz, R.D., pemilik NY Nutrition Group.

  3. Dehidrasi

    Salah satu produk limbah yang diciptakan oleh ginjal selama proses penyaringan adalah nitrogen urea darah. Periset dan dokter menggunakan kadar nitrogen urea darah untuk mengevaluasi fungsi ginjal, dan ini juga merupakan pengukuran seberapa terhidrasi seseorang.

    Dalam sebuah penelitian pada tahun 2002, saat asupan protein dalam tubuh meningkat mengakibatkan tingkat hidrasi seseorang mengalami penurunan. Hal ini terjadi kemungkinan karena tubuh harus menggunakan lebih banyak air untuk menghilangkan nitrogen tambahan itu.

Pada dasarnya, protein sangat dibutuhkan oleh tubuh sebagai sumber tenaga dan membantu tubuh untuk menyerap vitamin dan mineral lain. Namun, konsumsi protein berlebihan akan membuat tubuh terpaksa harus bekerja lebih keras untuk menyingkirkannya.

Baca artikel bertema sejenis di sini

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar