Sukses

Berawal dari Telinga Budek, Dokter Ini Mengidap Kanker Nasofaring

Cerita tentang seorang dokter yang tak kenal lelah berjuang melawan kanker nasofaring.

Klikdokter.com, Jakarta Kanker, pembunuh berdarah dingin yang dapat mengintai siapa saja, tak terkecuali seorang dokter. Salah satunya adalah Primal Sudjana, dokter spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, yang pernah mengidap kanker nasofaring.

Awalnya, Primal merasa telinganya tuli sepulang dari umrah pada 2014. “Saya pikir telinga saya budek karena efek dari naik pesawat,” katanya, dalam acara “Bincang-Bincang Bersama Ahli Kanker Kepala Leher” di RSCM, Kamis (10/08/2017).

Anehnya, gejala tersebut tak menghilang dalam 3 minggu. Primal resah sekaligus penasaran, kemudian memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter THT.

Saat itu dokter THT mengatakan bahwa dirinya cuma alergi. Tak percaya begitu saja, Primal meminta juniornya untuk endoskopi. Lalu, setelah pemeriksaan, sang junior menduga kuat adanya kanker.

Untuk memastikan diagnosis, oleh teman sejawatnya Primal disarankan melakukan biopsi. “Hasilnya datang seminggu kemudian. Betul, ternyata saya menderita kanker nasofaring,” katanya.

Selanjutnya, Primal menjalani hari-harinya sebagai penderita kanker. Ia harus melakukan kemoterapi secara rutin. Ia juga tidak diperbolehkan membasuh kepala dan lehernya dengan air sehingga tubuhnya sering berjamur.

Setiap makanan yang ia konsumsi harus benar-benar lunak dan diblender. Berat badannya pun merosot hingga 49 kilogram. “Celana saya sampai kedodoran,” kata Primal sambil tertawa.

Setelah 11 bulan pengobatan, Primal dinyatakan sembuh. Namun, ia tetap memerlukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan bahwa virus kankernya sudah benar-benar hilang.

Kanker nasofaring merupakan kanker yang terdapat pada bagian tenggorokan yang berhubungan dengan belakang hidung. Letaknya yang tersembunyi membuatnya sulit dideteksi.

Gejala-gejalanya dapat berupa telinga terasa penuh atau berdengung, hidung tersumbat, mimisan berulang, sakit kepala, penglihatan kabur, dan adanya benjolan di leher.

Untuk mencegah kanker nasogaring, salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan pola makan. Pandai-pandailah memilih dan mengolah makanan. Hindari makanan yang dibakar, pengawet, perasa, serta tembakau.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar