Sukses

Inilah Beragam Makanan Penghasil Alkohol

Tak hanya lezat disantap segar atau setelah diolah, beberapa makanan ini juga dapat menghasilkan alkohol

Klikdokter.com, Jakarta Untuk sebagian orang, alkohol adalah sesuatu yang harus dihindari. Tetapi tahukah Anda bahwa terdapat sejumlah makanan yang dapat menghasilkan alkohol? Berikut ini adalah makanan-makanan yang dapat menghasilkan alkohol jika melewati proses fermentasi, diantaranya:

  1. Kentang

    Kandungan kanji pada kentang yang dikonversi menjadi gula (dengan menggunakan enzim tambahan) dapat menjadi alkohol.

    Kentang bisa digunakan untuk membuat vodka dan schnapps. Adalah Eva Ekeblad (1724 – 1786), seorang bangsawan Swedia, ilmuwan, dan ahli agronomi asal Swedia yang berhasil menemukan fakta bahwa alkohol dan tepung dapat dihasilkan dari kentang.

  2. Apel

    Apel umumnya digunakan untuk membuat sari buah atau brendi. Tapi jika proses fermentasi dibiarkan terlalu lama, maka akan menghasilkan cuka sari apel. Ada dua macam jenis cuka apel yakni cuka apel yang terbuat dari fermentasi sari apel dan juga cuka apel yang terbuat dari sari apel beralkohol (cider). Cuka apel yang dibuat dari sari apel beralkohol mengandung kadar alkohol sebanyak 5,85 persen.

  3. Anggur

    Anggur adalah bahan paling umum yang banyak digunakan dalam produksi alkohol. Sama halnya dengan bir, anggur juga termasuk dalam minuman dengan kadar alkohol rendah. Jenis anggur yang biasa dibuat untuk minuman beralkohol terbuat dari sari anggur jenis Vitis vinifera. Ada beberapa jenis minuman anggur yaitu, Red Wine, White Wine, Rose Wine, Sparkling Wine, Sweet Wine, dan Fortified Wine.

  4. Beras

    Sake adalah alkohol tradisional Jepang yang terbuat dari fermentasi beras. Minuman khas jepang ini sudah ada sejak abad ke-8.

    Meski bukan tanaman biasa bagi kebanyakan tukang kebun rumahan atau petani skala kecil, beras relatif mudah tumbuh, asalkan tanaman tetap basah.

  5. Tape

    Pada dasarnya beras ketan atau singkong yang jadi bahan utama tape bebas dari alkohol. Tapi dengan penambahan ragi merubah sari patinya menjadi glukosa dan akhirnya menghasilkan alkohol.

  6. Ekstrak vanila.

    Ini adalah alasan kenapa pemakaian ekstrak vanila hanya beberapa tetes saja. Bahkan, ekstrak vanila pada brand tertentu ditemukan memiliki tingkat alkohol yang biasa ditemukan pada vodka dan gin. Adapun ekstrak vanila (biasanya produk impor) merupakan hasil rendaman biji vanila organik dengan alkohol (biasanya vodka/rum) . Sedangkan sejumlah perasa vanilla yang beredar di Indonesia biasanya bebas alkohol.

Beberapa jenis makanan yang dijelaskan di atas memang dapat menghasilkan alkohol, dan tentu akan memabukkan jika dikonsumsi berlebihan. Namun jika Anda mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar, Anda tidak akan mabuk. Ingat, mengonsumsi sesuatu yang memabukkan akan membahayakan diri Anda dan orang lain.

[RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar