Sukses

Air Ketuban Keruh Berbahaya Bagi Janin?

Air ketuban berwarna hijau atau terlihat keruh sebelum persalinan apakah berbahaya bagi janin?

Klikdokter.com, Jakarta Air ketuban yang keruh biasanya terdeteksi sesaat menjelang persalinan. Menurut dr. Karin Wiradarma, ada beberapa penyebab air ketuban menjadi keruh seperti infeksi, misalnya pada kasus ketuban pecah dini, usia kehamilan melebihi waktu (>42 minggu), biasanya ketuban berwarna hijau karena mekonium (feses) yang dikeluarkan oleh bayi dan kelainan kongenital pada bayi.

Air ketuban berfungsi untuk membantu pertumbuhan tulang bayi, karena bayi yang sedang berkembang tetap bergerak di dalam rahim. Air ketuban juga berperan untuk memastikan paru-paru bayi berkembang dengan baik, menjaga suhu konstan di sekitar bayi serta melindungi bayi dari cedera luar dengan menahan pukulan atau gerakan mendadak.

Air ketuban yang keruh saat proses melahirkan akan menjadi berbahaya jika tertelan oleh janin. Sebab, air ketuban keruh yang tertelan dapat menyebabkan sindrom aspirasi mekonium (SAM) yang dapat menyebabkan masalah pernapasan, infeksi, hingga kematian pada bayi.

Jika dalam pemeriksaan dokter menemukan air ketuban Anda berwarna keruh, biasanya dokter akan melakukan serangkaian tes dan memberikan obat-obatan, terutama antibiotik, untuk menangani infeksi tersebut.

Selain keruh, masalah lain yang berkaitan dengan air ketuban adalah ketuban pecah sebelum waktunya (ketuban pecah dini). Hal ini biasanya terjadi sebelum bayi mencapai 37 minggu dan dapat memicu persalinan dini atau prematur.

Bagaimana tanda-tanda ketuban pecah dini? Jika ketuban pecah sebelum waktunya, Anda akan merasakan adanya rembesan air yang keluar dari vagina. Jika terjadi demikian, bayi akan mengalami infeksi dan Anda terpaksa harus menjalani persalinan dini.

Bila Anda mengalami ketuban pecah dini terlebih adanya infeksi disertai dengan demam (lebih dari 37°C), perdarahan dari vagina, cairan ketuban berubah menjadi hijau atau berbau segera ke dokter. Tindakan persalinan harus segera dilakukan untuk mencegah infeksi bertambah luas.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar