Sukses

Baca Ini Sebelum Diet Ketofastosis

Sudah tahu seluk beluk diet ketofastosis? Jangan sampai Anda melakukannya tanpa tahu tujuan yang sebenarnya dari diet ini.

Klikdokter.com, Jakarta Beragam metode diet beredar luas di masyarakat. Mulai dari diet mayo, diet GM, diet air putih, diet ketogenik, dan yang belakangan lagi beken adalah diet ketofastosis.

Apa itu Diet Ketofastosis?

Diet ketofastosis adalah perpaduan antara diet ketogenik dan fastosis. Ini berarti pelaku diet ketofastosis harus melakukan pola diet ketogenik bersamaan dengan puasa selama 6-12 jam tanpa asupan karbohidrat atau glukosa (kondisi kestosis).

Cara Kerja Diet Ketofastosis

Pada metode diet ini, glukosa yang telah habis akan digantikan oleh keton untuk menghindari reaksi gejala gula darah sangat rendah (hipoglikemi). Di dalam tubuh, keton diproduksi oleh hati (liver), dan hanya diproduksi ketika cadangan glukosa telah habis.

Kunci utama dari diet ketofastosis adalah puasa, karena kekurangan asupan makanan dan minuman akan membuat inslusin menurun. Saat kadar insulin di dalam tubuh menurun, glucagon akan lebih aktif menghancurkan lemak. Alhasil, energi akan terbentuk dengan memproduksi keton sebagai pengganti glukosa di seluruh tubuh, terutama di sel-sel otak.

Ketika sedang tidak puasa, makanan tinggi lemak dan rendah karbohidrat akan berpengaruh untuk tetap menekan insulin sehingga tidak mengganggu proses ketofastosis di dalam tubuh.

Efek Samping Diet Ketofastosis

Berbeda metode diet, berbeda pula efek sampingnya pada tubuh. Pada diet ketofastosis, efek samping yang terjadi adalah “Healing Crisis”.

Ini merupakan kondisi dimana tubuh akan mengeliminasi dan mengeluarkan zat-zat yang tidak digunakan. Pada akhirnya, proses healing crisis ini akan mengganggu keseimbangan kerja sel-sel tubuh dengan menimbulkan keluhan seperti jerawat, kulit gatal, ketombe, dan lainnya.

Amankah Diet Ketofastosis?

Diet ketofastosis memang telah diterapkan, bahkan dianjurkan dilakukan oleh pasien epilepsi. Namun sebelum menjalankan diet ini, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dulu agar tidak mengganggu sistem metabolisme tubuh Anda.

Selain itu, Anda pun perlu berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter atau ahli gizi, karena diet ketofastosis butuh pengawasan yang sangat ketat. Bila dibiarkan berlangsung tanpa arah dan pengawasan, akibatnya bisa sangat fatal.

[NB/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar