Sukses

Ini yang Terjadi saat Tubuh Dibakar Hidup-Hidup

Baru-baru ini, seorang pria asal Bekasi meninggal setelah dibakar hidup-hidup oleh warga. Bagaimana reaksi tubuh jika hal demikian terjadi?

Klikdokter.com, Jakarta Seorang pria bernama Joya (30) tewas mengenaskan setelah massa mengeroyok dan membakarnya di parit Pasar Muara Bakti, Bekasi (1/8/2017). Sesaat sebelumnya ia dituduh mencuri amplifier milik sebuah musala.

Rasanya tak terbayangkan, tubuh terbakar hidup-hidup tanpa sanggup untuk menyelamatkan diri.

Menurut Nicole Bernal, acting director dari UC Irvine Regional Burn Center, terbakar hidup-hidup adalah proses yang sangat menyakitkan.

“Kulit akan benar-benar terbakar. Saat kulit terbakar sangat parah, akan terjadi respons peradangan yang sangat besar,” kata Bernal seperti dikutip dari Los Angeles Times.

“Tubuh Anda akan mendorong semua darah dan cairan ke area yang terbakar itu. Namun, karena kulit biasanya akan menahan cairan tubuh, akhirnya cairan akan bocor ke mana-mana. Jika tak segera dibawa ke pusat luka bakar (rumah sakit), Anda akan mati karena kehilangan cairan di dalam pembuluh darah.”

Peluang hidup pada orang yang terbakar hidup-hidup berbeda-beda, tergantung luas dan derajat luka bakar tersebut.

Pasien yang luas luka bakarnya mencapai 50 persen, mungkin butuh dirawat di rumah sakit selama 3 bulan dan mengalami 10–15 operasi.

Pada operasi pertama, dokter akan mengangkat bagian tubuh yang terbakar. Bila dalam waktu 5 hari dokter dapat memotong semua jaringan yang terbakar, kelangsungan hidup pasien dapat diperbaiki dengan baik.

“Kemudian dokter akan meletakkan semacam penutup di atas luka untuk mencegah infeksi, hingga dokter dapat mengambil kulit pasien sendiri dan melakukan cangkok kulit,” kata Bernal.

Jika luas luka bakar kurang dari 80 persen dengan usia penderita kurang dari 40 tahun, masih ada potensi hidup hingga 50 persen. Namun, bila luas luka bakar lebih dari 80 persen dengan usia lebih tua, potensi hidup hanya 20 persen.

Meski demikian, potensi hidup pasien juga tergantung dari seberapa cepat dia mendapatkan penanganan medis serta cairan. Jika korban yang dibakar hidup-hidup tidak mendapatkan keduanya, kerja ginjal bisa berhenti, begitu pula dengan jantung.

Baca artikel serupa di sini 

[RS/ RVS]

1 Komentar