Sukses

Benarkah Keputihan Juga Bisa Terjadi pada Anak?

Keputihan ternyata bisa terjadi pada anak. Apa saja penyebabnya?

Klikdokter.com, Jakarta Keputihan yang terjadi pada wanita bisa jadi merupakan pertanda adanya masalah pada vagina. Tak hanya terjadi pada wanita dewasa, keputihan teryata juga bisa terjadi pada anak.

Menurut dr. Dyah Novita Anggraini, ada 2 faktor yang dapat memicu keputihan pada anak, yaitu:

  • Faktor penyebab dari dalam tubuh anak

    Faktor ini biasanya berkaitan dengan kondisi tubuh si anak. Seperti letak lubang kemaluan pada bayi dan anak yang masih sangat dekat dengan anus, sehingga mudah terkontaminasi oleh bakteri dari anus.

    Selain itu, permukaan kulit di daerah vagina anak masih sangat tipis, sehingga bakteri lebih mudah masuk dan menyebabkan peradangan. Daerah vagina anak juga belum ditumbuhi rambut pubis yang berfungsi sebagai pelindung bakteri atau parasit.

  • Faktor penyebab dari luar tubuh anak

    Selain dari dalam tubuh, hal-hal yang berasal dari luar tubuh anak juga bisa menjadi pemicu terjadinya keputihan. Seperti salah memilih pakaian dalam anak atau menaburkan bedak ke vagina anak.

    Ya, kebanyakan orang tua menaburkan bedak di sekitar vagina bayi atau anak setelah memandikannya. Hal itu justru bisa menjadi penyebab keputihan pada anak.

    “Bedak yang diberikan sampai ke vagina atau kapas maupun tisu yang tertinggal di vagina saat membersihkan kotoran, bisa jadi pemicu keputihan pada anak,” kata dr. Dyah Novita.

  • Mencegah Keputihan pada Anak

    Selain faktor-faktor tersebut, keputihan pada anak juga bisa terjadi karena kotoran feses yang tidak dibersihkan dengan benar. Untuk mencegah keputihan, pastikan Anda membersihkan sisa feses anak dengan benar. Saat membersihkan kotoran, usahakan
    untuk membasuh dari arah depan ke belakang untuk mencegah bakteri yang berasal dari anus masuk ke vagina.

    Setelah Anda membasuh vagina anak, keringkan vagina dengan handuk bersih agar tidak membuatnya lembab. Sebaiknya hindari memberi bedak pada bagian dalam vagina anak.

    Memilih pakaian dalam yang sesuai juga dapat mencegah terjadinya keputihan pada anak. Pilihlah pakaian dalam yang longgar dan terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat misalnya bahan katun, sehingga vagina anak tetap kering dan tidak lembap. Ganti pakaian dalam anak minimal 2-3 kali sehari, supaya selalu dalam keadaan kering.

Sebagai orang tua, Anda tak perlu segan untuk mengajak anak berbicara mengenai hal tersebut, tentu dengan bahasa yang ia mengerti dan sesuai dengan usianya. Jika anak sudah berusia di atas tujuh tahun, ajarkan ia untuk menjaga kebersihan daerah kemaluannya demi mencegah keputihan berulang. Baca artikel serupa di sini.  

0 Komentar

Belum ada komentar