Sukses

Memilih Sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus kerap menjadi korban bullying atau perundungan di sekolah. Bagaimana memilihkan sekolah yang tepat untuk mereka?

Klikdokter.com, Jakarta Baru-baru ini, di media sosial beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang pemuda berkebutuhan khusus menjadi korban bullying atau perundungan dari sejumlah rekannya. Peristiwa ini diduga terjadi di salah satu universitas swasta di Depok, Jawa Barat.

Dalam video tersebut, seorang mahasiswa berkebutuhan khusus tersebut ditahan langkahnya oleh mahasiswa lain. Mahasiswa tersebut beberapa kali menarik tas ransel yang dikenakan sang mahasiswa berkebutuhan khusus tersebut. Korban sempat mengibaskan tangannya untuk menghentikan aksi pelaku. Setelah terbebas dari perbuatan tersebut, korban pun melemparkan tong sampah ke arah pelaku.
Menurut penelitian Autism Spectrum Disorders intimidasi terhadap seorang berkebutuhan khusus di sekolah menduduki tingkat teratas. Hasil penelitian menunjukan bahwa anak dengan kebutuhan khusus berisiko lebih besar mengalami perundungan ketimbang rekan-rekannya yang normal.

“Satu-satunya hal yang dapat saya ketahui adalah mungkin orangtua salah menafsirkan kecanggungan anak-anak mereka dalam hal bersosialisasi,” kata Eileen Riley-Hall, seorang guru sekolah menengah atas dengan anak perempuan autis, seperti dikutip dari time.com
Gangguan untuk berkomunikasi dan ketidakmampuan membaca isyarat sosial membuat seseorang mudah di-bully tanpa pernah menyadarinya atau dapat melaporkannya.

Faktor lain yang sering menyebabkan cemoohan terhadap para penyandang autis adalah rasa takut pihak lain dalam menangani penyandang autis. Eileen menyarankan, agar memilih ruang kelas yang inklusif, agar integrasi sosial anak autis terhadap teman-teman sebayanya dapat berjalan baik.

“Kami memiliki banyak generasi yang tidak memiliki pengalaman pribadi dengan orang-orang berkebutuhan khusus, dan mereka takut pada penyandang autisme,” ungkapnya.

Profesor Cheryl Dissanayake, pemimpin Olga Tennison Autism Research Centre, La Trobe University, mengatakan bahwa anak berkebutuhan khusus harus ditempatkan di sekolah yang bisa mengakomodir proses tumbuh kembang mereka.

“Ini bagaikan pedang bermata dua karena Anda ingin anak itu berada di sekolah umum sekaligus memiliki semua pengalaman seperti yang dimiliki anak-anak di sekolah,” kata Profesor Dissanayake.

Baik menurut Eileen maupun Profesor Dissanayake, jalan terbaik agar anak berkebutuhan khusus terhindar dari aksi bullying atau perundungan adalah dengan menempatkan mereka di sekolah yang memadai untuk berkembang secara khusus.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar