Sukses

Sleep Apnea Picu Gangguan Otak pada Anak

Gangguan tidur (sleep apnea) dapat dialami oleh siapapun, tak terkecuali anak-anak. Jika dibiarkan demikian dapat membahayakan otaknya.

Klikdokter.com, Jakarta Sleep apnea merupakan keadaan henti napas sementara saat tidur. Hal ini terjadi akibat penyumbatan jalan napas bagian. Salah satu dampak dari sleep apnea dalam jangka panjang adalah gangguan pada otak anak.

Ada banyak hal yang dapat memicu sleep apnea. Beberapa di antranya adalah kegemukan, pembesaran amandel, sumbatan hidung kronis, kelemahan otot-otot leher, gangguan saraf, serta ukuran lidah yang besar.

Gejala sleep apnea yang muncul pada anak antara lain gangguan napas saat tidur seperti mengorok, sering terbangun saat tidur, dan mimpi buruk. Anak-anak juga akan mengantuk di pagi hari.

Menurut penelitian, sleep apnea pada anak dapat menyebabkan otak anak kekurangan oksigen berulang-ulang kali saat periode sleep apnea terjadi. Padahal oksigen sangat dibutuhkan oleh otak untuk dapat bekerja.

Dalam jangka waktu yang lama, kekurangan oksigen otak akan menyebabkan gangguan pada otak bagian depan anak. Hal ini bisa menyebabkan penurunan kemampuan anak dalam menganalisa suatu hal, menyimpan memori, dan membuat IQ anak menjadi lebih rendah.

Penanganan sleep apnea sendiri tergantung pada penyebabnya. Bila sleep apnea disebabkan oleh kegemukan, maka harus dilakukan penurunan berat badan. Bila sleep apnea disebabkan oleh pembesaran amandel, maka tindakan operasi perlu dilakukan untuk mengatasinya.

Jika anak Anda mengalami gejala demikian, segera bawa ke dokter spesialis anak. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk mendiagnosis sleep apnea pada anak Anda. Semakin cepat ditolong, maka kemungkinan kerusakan otak juga akan semakin kecil.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar