Sukses

Mengonsumsi Minuman Berenergi, Baik atau Buruk?

Minuman berenergi kerap dikonsumsi seseorang untuk menambah stamina dalam menyelesaikan pekerjaan. Tapi, amankah bagi tubuh?

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian orang gemar mengonsumsi minuman berenergi untuk menambah stamina. Bahkan banyak yang menggunakan minuman ini untuk menambah konsentrasi, khususnya mereka yang melaksanakan tugasnya di malam hari.

Minuman berenergi memiliki tiga kandungan utama, yaitu gula, air dan kafein. Tak ada masalah dengan kandungan air pada minuman ini. Sedangkan untuk kandungan gula, setiap minuman berenergi memiliki takaran yang berbeda- beda.

Bicara tentang kandungan gula, akhir-akhir ini semakin banyak produsen yang memproduksi minuman berenergi bebas gula. Varian ini khususnya ditujukan untuk mereka yang memiliki masalah berat badan berlebih.

Lalu bagaimana dengan kafein? Kandungan yang satu inilah alasan yang paling sering digunakan saat mengonsumsi minuman berenergi. Kafein dipercaya dapat merangsang susunan saraf pusat sehingga membuat pikiran jernih, tidak ngantuk dan lelah serta meningkatkan kecepatan metabolisme energi dalam tubuh.

Masalahnya, berapa jumlah kafein yang bisa ditoleransi oleh tubuh? Konsumsi kafein maksimal per hari adalah 400 mg. Jumlah ini setara dengan 4 gelas kopi dan 2 kaleng minuman berenergi.

Menurut penelitian, minuman berenergi menunjukkan efek positif pada kinerja latihan dalam berbagai kegiatan olahraga. Namun, bila dikonsumsi lebih dari 400mg per hari akan akan memberi efek susah tidur, gelisah, dada berdebar, dan sering buang air kecil yang berujung pada dehidrasi.

Batas toleransi 400mg per hari ini memang tidak sama pada setiap orang. Beberapa orang sudah merasakan efek samping kafein meski baru minum segelas kopi. Namun ada juga yang tidak merasakan efek apapun meski sudah mengonsumsi 400mg per hari.

Konsumsi minuman berenergi dalam jumlah wajar sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh. Tapi tetaplah waspada akan efek sampingnya.

(DA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar