Sukses

Benarkah Obat Penumbuh Rambut Picu Disfungsi Ereksi?

Kenali efek samping obat yang digunakan untuk mengatasi masalah kebotakan agar Anda tak resah lagi.

Klikdokter.com, Jakarta Kebotakan merupakan salah satu masalah yang mengintai kaum pria. Seiring dengan bertambahnya usia, sebagian pria paruh baya umumnya menemukan bahwa rambut mereka tak lagi tumbuh lebat di beberapa bagian tertentu.

Kebotakan diduga timbul akibat peningkatan sensitivitas yang berlebih terhadap hormon testosteron. Walaupun terkesan tidak berbahaya, hal ini dapat menurunkan rasa percaya diri pada pria.

Namun, saat ini terdapat beberapa golongan obat yang dinilai efektif mengatasi berbagai kondisi kebotakan. Masalahnya, dengan banyaknya obat yang ada, perbandingan mengenai obat yang lebih efektif tentu dapat membantu menentukan pilihan.

Begitu pula dengan efek samping yang ditimbulkan. Tentu saja, semakin sedikit efek samping yang dapat timbul maka semakin aman obat tersebut untuk diresepkan.

Sebuah penelitian yang dilakukan di Northwestern University di Amerika Serikat dan University of Catania di Itali mencoba untuk menginvestigasi disfungsi ereksi pada pria yang mengonsumsi obat golongan tertentu. Dua yang masuk dalam studi adalah finasteride atau dutasteride.

Kedua golongan tersebut diketahui dapat mengatasi kebotakan pada rambut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mempelajari apakah durasi dari penggunaan obat juga berperan dalam terjadinya disfungsi ereksi.

Hasil dari uji klinis menemukan bahwa durasi dan dosis ternyata berkaitan dengan terjadinya disfungsi ereksi yang persisten. Para peneliti menyimpulkan bahwa hal ini dikaitkan dengan efek dari obat yang digunakan, yakni menghambat metabolisme hormon testosteron.

Akan tetapi, hubungan sebab-akibat dari penggunaan obat finasteride atau dutasteride dan disfungsi ereksi masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Meski demikian, risiko terjadinya disfungsi ereksi pada penggunaan obat golongan tersebut dianggap relatif rendah.

Efek samping konsumsi obat-obatan untuk mengatasi kebotakan penting untuk diketahui. Karena itu, diskusikan dengan dokter mengenai manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Dengan demikian dokter dapat menentukan penanganan yang paling sesuai bagi kondisi Anda.

[DA/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar