Sukses

Ingin Kencangkan Vagina dengan Vaginoplasti? Baca Ini Dulu

Vaginoplasti diklaim dapat mengencangkan vagina yang telah kendur. Kapan prosedur ini perlu dilakukan?

Klikdokter.com, Jakarta Seiring berjalannya waktu, wanita akan mengalami perubahan fisik. Tak terkecuali pada vagina.

Vagina bisa keriput dan kehilangan kekencangannya, baik karena penuaan ataupun melahirkan. Merespons hal ini, dunia medis menawarkan solusi berupa vaginoplasti. Pertanyaannya, kapan vaginoplasti perlu dilakukan?

Mengapa vaginoplasti?

Salah satu hal yang sering dikeluhkan wanita akibat kekenduran vagina adalah turunnya sensasi dan kepuasan seksual. Vagina yang kendur menjadi kurang sensitif terhadap penetrasi dan friksi penis. Dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin hal ini dapat melunturkan gairah seksual.

Vaginoplasti adalah operasi untuk meningkatkan kekencangan dan tonus vagina. Dalam prosedurnya, mulut dan dinding vagina akan dirapatkan serta jaringan pendukung di sekitarnya dikuatkan. Semua hal ini diklaim akan meremajakan dan mengencangkan vagina.

Memperbaiki atau mempercantik?

Awalnya vaginoplasti bertujuan untuk memperbaiki anatomi dan fungsi vagina. Misalnya, pada kasus bawaan lahir ketika vagina tidak terbentuk dengan baik, terlalu pendek, atau bahkan tidak ada. Dengan demikian, penderita dapat berkemih, mengalami menstruasi, dan nantinya berhubungan intim layaknya wanita normal.

Dalam perkembangannya, vaginoplasti banyak dikomersilkan untuk keperluan kosmetik. Artinya, mempercantik vagina yang sebenarnya normal secara anatomi maupun fungsi.

Sejak tahun 2007, American College of Obstetricians and Gynecologists cenderung kurang mendukung vaginoplasti yang bersifat kosmetik. Alasannya karena data terkait keamanan dan efektivitas operasi ini masih minim, serta risiko operasi.

Diperlukan atau diinginkan?

Kebanyakan, vaginoplasti yang bersifat kosmetik dilakukan karena wanita ingin lebih percaya diri. Kehidupan seksual yang memuaskan juga menjadi salah satu tujuannya.

Namun, perlu diingat bahwa kepuasan seksual sangat tergantung pada kualitas hubungan interpersonal kedua belah pihak. Ini dipengaruhi oleh keterbukaan, komunikasi, serta kondisi emosi dan mood saat itu.

Jadi, kapan vaginoplasti diperlukan? Jawabannya kembali pada diri Anda masing-masing. Bila memang Anda menginginkannya, diskusikan secara mendetail dengan dokter mengenai perasaan, kekhawatiran, dan harapan Anda terkait prosedur ini.

[RS/ RH]

0 Komentar

Belum ada komentar