Sukses

Harapan Baru untuk Mencegah Malaria

Produk-produk untuk mencegah malaria terus dikembangkan. Mulai dari sandal, kursi, sabun, hingga pakaian. Mana yang paling menjanjikan?

Klikdokter.com, Jakarta Malaria. Penyakit yang mengancam jiwa ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang menyebar melalui gigitan nyamuk Anopheles. Pada tahun 2015, sekitar 210 juta orang di dunia terjangkit penyakit malaria. Sebanyak 429 ribu di antaranya meninggal dunia.

Hingga kini, segala usaha untuk mencegah penyakit malaria terus dilakukan. Seperti dilansir oleh situs cnn.com, banyaknya kasus malaria telah menggugah hati miliuner, Bill Gates, untuk membuat perlengkapan rumah tangga yang bisa mencegah malaria.

Salah satu yang memberikan andil dalam pengembangan perlengkapan rumah tangga antimalaria tersebut adalah Ifakara Health Institute, Tanzania. Beberapa yang sedang dikembangkan antara lain keset, kursi dan sandal, yang dilapisi zat penangkal nyamuk khusus.

Disinyalir, salah satu contoh kursi yang dilapisi zat tersebut memiliki efek pertahanan terhadap malaria hingga 6 bulan lamanya. Menakjubkan, bukan?
Namun, tak hanya itu. Para peneliti di Burkina Faso dan Johns Hopkins Center for Bioengineering Innovation and Design juga tengah mengembangkan sabun antimalaria, dengan bahan dasar permethrin. Meski efektivitas dan keamanannya pada kulit manusia masih dalam tahap uji coba, produk ini memberikan harapan baru dalam mencegah malaria.

Produk lain yang juga menarik adalah pakaian dan aksesori antimalaria, yang sedang dikembangkan oleh The London School of Hygiene and Tropical Medicine. Pakaian yang dilapisi permethrin ini telah diuji coba di Thailand untuk mencegah infeksi demam berdarah dengue.

Hasilnya mengejutkan. Jumlah nyamuk yang ada di dalam ruangan dengan orang-orang yang menggunakan pakaian ini mengalami penurunan signifikan. Namun sayangnya, setelah dicuci lebih dari 4 kali, pakaian itu mengalami penurunan efektivitas.

Melihat perkembangan riset dan produk semakin gencar dilakukan untuk mengatasi malaria, tentu harapan baru bagi dunia untuk mencegah penyakit mematikan ini semakin menjanjikan. Semoga hal ini bisa terus dikembangkan.

(NB/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar