Sukses

Menyiasati Kadar Arsenik Dalam Beras

Simak cara memasak nasi yang tepat untuk mengurangi kadar arsenik di dalam beras.

Klikdokter.com, Jakarta Belakangan ini, ada beberapa laporan yang menyatakan bahwa beras mengandung senyawa arsenik inorganik. Arsenik pada dasarnya merupakan senyawa yang umumnya ditemukan di tanah, sehingga juga ditemukan pada makanan yang ditanam di tanah.

Uniknya, beras ditanam di tanah yang dibanjiri air. Cara menanam ini menyebabkan arsenik lebih mudah terserap beras. Akibatnya, kandungan arsenik dalam beras mencapai 10-20 kali lebih banyak dari tanaman biji-bijian lainnya.

Di negara Uni Eropa, arsenik inorganik telah dikategorikan sebagai bahan karsinogenik, yaitu bahan yang menyebabkan kanker. Selain itu, paparan kronis terhadap arsenik dapat menyebabkan titik-titik hiperpigmentasi (penggelapan kulit). Keluhan lainnya adalah gangguan saraf (periferal neuropati), terutama pada area tangan dan kaki.

Lantas, haruskah kita menghentikan konsumsi nasi? Kadar arsenik yang aman dikonsumsi adalah 0.2mg/ kg. Sayangnya tidak ditemukan data mengenai pemeriksaan ini di Indonesia. Padahal, di negara kita, beras merupakan makanan pokok.

Prof. Andy Meharg, seorang pakar yang telah lama mempelajari arsenik menyarankan untuk merendam beras semalaman sebelum dimasak. Saat memasak, gunakan rasio air dan beras sejumlah 5:1. Artinya, masak beras dengan lebih banyak air.

Meskipun jumlah kadar arsenik dalam beras di Indonesia belum diketahui, tak ada salahnya mengikuti cara memasak beras seperti yang disarankan di atas. Sebab, cara tersebut diyakini dapat mengurangi kadar arsenik hingga 80 persen.

(BA/ RH)

0 Komentar

Belum ada komentar