Sukses

Sering Meeting di Jam Makan Siang Picu Kegemukan

Hati-hati, meeting di jam makan siang berpotensi membuat Anda menimbun lemak alias memicu kegemukan.

Klikdokter.com, Jakarta Lunch meeting adalah hal yang biasa dilakukan oleh para pekerja saat ini. Walau terlihat sederhana dan biasa-biasa saja, kebiasaan ini ternyata bisa bikin gemuk. Mengapa?

Menunda makan, meningkatkan rasa lapar

yang terjadi saat waktu makan siang diisi dengan kegiatan meeting? Otomatis waktu makan siang pun akan tertunda. Penundaan akibat meeting di jam makan siang ini menyebabkan hormon ghrelin, sang pencetus rasa lapar, terus-menerus dilepaskan.

Akibatnya, ketika tiba kesempatan makan, seseorang cenderung makan secara berlebihan. Bila kebiasaan ini terjadi berulang kali, bukan tidak mungkin kegemukan menjadi ancamannya.

 

1 dari 3 halaman

Menghapus kesempatan tubuh untuk bergerak

Jam makan siang bisa jadi satu-satunya kesempatan bagi tubuh Anda untuk dapat bergerak. Entah itu ke luar kantor untuk mencari makan atau sekadar menyiapkannya di pantry kantor.

Namun meeting di jam makan siang berisiko menghilangkan kesempatan ini. Mungkin makan siang sudah tersaji sejalan dengan meeting yang sedang berlangsung.

 

2 dari 3 halaman

Mengancam kesehatan jiwa

Selain memicu kegemukan, meeting di jam makan siang juga mengancam kesehatan jiwa Anda. Waktu makan yang dipakai untuk berpikir tentu tidak baik bagi psikis dan produktivitas kerja.

Berbagai pertimbangan tersebut sebenarnya sudah menjadi pertimbangan pemerintah saat menaruh fokus pada pemberian jam istirahat karyawan. Hal ini tertuang pada pasal 79 ayat (2) huruf a UU Ketenagakerjaan.

Undang-undang tersebut menjelaskan bahwa istirahat antara jam kerja dilakukan sekurang-kurangnya setengah jam, setelah bekerja selama 4 jam berturut-turut.


Mulai sekarang, yuk, atur kembali jadwal meeting Anda. Dengan begitu, Anda akan tetap sehat dan bebas dari kegemukan.

[RS/ RH]

1 Komentar

  • Aisyah Aisyah

    doc...saya mau tanya kalo sy pusing menggigil mual berkurang nafsu mkn sdh 2 minggu apakah itu bisa dikategorikan tifus