Sukses

Peringatan Konten!!

Artikel ini tidak disarankan untuk Anda yang masih berusia di bawah

21 Tahun

LanjutkanStop Disini

Lakukan Ini untuk Mengatasi Ejakulasi Dini

Bagi pria yang telah aktif secara seksual, ejakulasi dini sering membuat cemas dan frustasi. Temukan cara untuk mengatasinya di sini.

Klikdokter.com, Jakarta Merasa kurang percaya diri karena mengalami ejakulasi dini? Anda tidak sendirian. Ejakulasi dini adalah kondisi umum yang dialami pria. Faktanya, dua hingga tiga dari sepuluh pria mengalaminya.

Biasanya, penyebab ejakulasi dini adalah stres, kecemasan, dan depresi. Para pria pun nampaknya tidak punya solusi untuk menunda ejakulasi, sehingga kondisi ini membuat pria cemas bahkan frustasi.

Kenali Cirinya

Berdasarkan konsensus International Society of Sexual Medicine pada tahun 2014, ejakulasi dini merupakan disfungsi seksual pada pria yang memiliki ciri-ciri:

  1. Sejak pertama kali melakukan hubungan intim, ejakulasi selalu atau hampir selalu terjadi kurang dari satu menit setelah penetrasi vagina. Kondisi ini disebut ejakulasi dini primer.

    Tapi, orang yang sebelumnya normal pun dapat mengalami ejakulasi lebih singkat, yaitu kurang dari tiga menit setelah penetrasi vagina. Kondisi ini disebut ejakulasi dini sekunder.

  2. Ketidakmampuan untuk menahan ejakulasi pada semua atau hampir semua peneterasi vagina.

  3. Menimbulkan konsekuensi negatif secara personal seperti stres, cemas, frustasi, dan menghindari hubungan intim.
1 dari 2 halaman

Lakukan Ini

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini:

  1. Lakukan foreplay (pemanasan)

    Foreplay biasanya merupakan fase yang paling dinikmati pria dan wanita. Bila dilakukan dengan benar dan dalam waktu yang cukup, foreplay akan sangat meningkatkan durasi dan kepuasan dalam berhubungan intim.

  2. Lakukan metode untuk mengontrol diri

    Lakukan metode untuk mengontrol diri seperti teknik stop-start atau squeeze. Teknik stop-start dikembangkan oleh dr. James Seaman, tahun 1955.

    Pada teknik ini, pria menstimulasi penisnya hingga terasa hampir klimaks (ejakulasi), lalu segera berhenti hingga sensasinya hilang. Setelah itu, lakukan stimulasi kembali. Siklus ini dapat diulang beberapa kali bila perlu.

    Sedangkan pada teknik squeeze, pria menstimulasi penisnya hingga terasa ingin ejakulasi, lalu segera berhenti dan menekan kepala penis hingga keinginan dan sensasinya hilang. Stimulasi kemudian bisa dilakukan kembali. Teknik ini dikembangkan oleh Masters dan Johnson, tahun 1970.

  3. Masturbasi sebelum berhubungan intim

    Lakukan masturbasi satu hingga dua jam sebelum berhubungan intim. Saran ini memang terkesan kontroversial, tetapi sebenarnya memiliki dasar teori yang jelas secara medis.

    Saat pria ejakulasi selama masturbasi, sensitifitas pada penis cenderung menurun. Hal ini menyebabkan pria membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai orgasme dan ejakulasi ketika distimulasi kembali.

    Hanya saja, bagi sebagian pria, masturbasi sebelum berhubungan intim dapat menurunkan gairah seksual setelahnya dan menyebabkan ereksi kurang maksimal. Oleh karena itu, lakukan masturbasi paling sedikit satu jam sebelum berhubungan intim.

  4. Berganti-ganti posisi saat berhubungan intim

    Cobalah berhubungan intim dengan posisi wanita berada di atas. Posisi ini membuat pria lebih rileks dan juga mengurangi stimulasi pada ujung penis.

  5. Mengalihkan pikiran

    Saat berhubungan intim dengan pasangan, coba alihkan pikiran kepada hal-hal yang membosankan. Hal ini membuat fokus teralih, sehingga sensasi pada penis berkurang.

  6. Gunakan kondom yang tebal

    Penggunaan kondom yang tebal memang tidak nyaman baik bagi pria maupun wanita, tetapi dapat menurunkan sensasi dan menunda ejakulasi.

  7. Bicarakan kepada pasangan

    Jangan malu untuk berbicara kepada pasangan mengenai kondisi Anda dan apa yang bisa membuat Anda menunda ejakulasi. Tujuannya agar Anda bisa rileks. Ketika rileks, peluang ejakulasi dini pun akan berkurang.

  8. Melatih otot-otot panggul

    Otot-otot ini sama dengan otot yang Anda pakai untuk menahan kencing. Latihannya disebut dengan latihan Kegel. Latihan ini dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Bila Anda sudah terlatih, otot-otot panggul dapat dikencangkan ketika Anda merasa akan ejakulasi.

  9. Cukup tidur

    Anda harus tidur cukup selama 7- 8 jam per hari. Kurang tidur menyebabkan kadar serotonin di otak rendah, yang kemudian memicu ejakulasi dini.

  10. Terapi konseling

    Akar masalah ejakulasi dini biasanya terletak pada kurangnya komunikasi dan keterbukaan dengan pasangan. Cara-cara di atas akan lebih berhasil apabila dibarengi dengan terapi konseling bersama psikatier, psikolog, atau konselor pernikahan.

Oleh karena itu, penting untuk bersikap terbuka kepada pasangan mengenai kondisi ini. Bila ejakulasi dini menjadi masalah yang sulit diatasi, Anda dapat memuaskan pasangan dengan cara- cara lain yang disukainya.

(BA/ RH)

1 Komentar