Sukses

Perawatan Sebelum, Selama, dan Setelah Menjalani Radioterapi

Radioterapi bukanlah pengobatan kanker yang bersifat sederhana. Persiapan dan bagaimana mempercepat pemulihan dari pengobatan.

Klikdokter.com, Jakarta Radioterapi atau terapi sinar yang ditujukan untuk kasus kanker umumnya memberikan efek yang kurang menyenangkan. Karena itu, pasien-pasien yang akan menjalani radioterapi perlu melakukan perawatan diri sebelum, selama, dan setelah radioterapi agar pengobatan berjalan dengan lancar.

“Secara umum, pasien yang akan menjalani radioterapi dianjurkan untuk memiliki asupan gizi yang baik. Jika asupan gizi kurang baik maka akan dikonsultasikan ke dokter spesialis gizi klinis. Ini berlaku terutama untuk pasien yang akan menjalani penyinaran di daerah kepala-leher.

Oral hygiene juga sangat penting dan harus dijaga baik pada kasus kanker kepala-leher,” ungkap dr. Kartika Erida Brohet, SpOnk-Rad dari Departemen Radioterapi RSCM.

Selain persiapan fisik, pasien dan keluarga perlu memikirkan akomodasi selama menjalani radioterapi. Terutama jika pasien berasal dari luar kota. Sebaiknya dipertimbangkan lokasi tempat tinggal yang dekat dengan pusat pelayanan radioterapi untuk menghindari kelelahan pada pasien.

Apalagi radioterapi hampir selalu diberikan secara fraksinasi, yaitu melalui dosis terbagi selama 5 hari dalam seminggu. Total penyinaran yang dilakukan bisa mencapai tiga puluh kali tergantung jenis penyakit dan tujuan pengobatan.

Selama menjalani radioterapi, pasien dapat mengalami efek samping yang bisa langsung dirasakan sejak penyinaran pertama.

Efek samping radioterapi bisa berupa nyeri, perdarahan, pusing, mual, muntah, hilang nafsu makan, kering pada kulit dan mulut, hingga kerontokan rambut. Pada tahap ini, pasien tetap harus memiliki asupan gizi dan cairan yang cukup agar dapat menjalani penyinaran hingga tuntas. Dokter pun akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi keluhan-keluhan yang mengganggu pasien.

Khusus untuk penyinaran daerah kepala leher, sering kali terdapat efek samping yang disebut dengan mukositis, yaitu peradangan di daerah mulut. Kartika menambahkan bahwa untuk mencegahnya, pasien harus memiliki kebersihan mulut yang baik.

Setelah prosedur radioterapi selesai, pasien harus kontrol rutin untuk mengatasi efek samping yang terjadi. Efek samping ini dapat bersifat akut, bila terjadi dalam kurun waktu 6 bulan setelah radioterapi, atau kronis bila masih terjadi setelah 6 bulan.

Kontrol rutin juga diperlukan untuk menilai respons terapi serta mendeteksi dini kemungkinan kambuhnya penyakit. Pasca penyinaran, pasien dianjurkan untuk kontrol 2 minggu kemudian. Selanjutnya, mengingat kanker adalah penyakit kronis, kontrol perlu dilakukan secara rutin, paling sedikit 1 tahun sekali setelah terbukti telah bebas penyakit.

Agar proses radioterapi dan pemulihannya berjalan baik, pasien dianjurkan untuk melakukan pola hidup sehat dengan “CERDIK”, yaitu Cek Rutin Kesehatan, Enyahkan Asap Rokok, Rajin Olahraga, Diet Seimbang, Istirahat Cukup, dan Kelola Stres. Di samping itu, hindari bahan-bahan atau paparan yang dapat memicu kambuhnya penyakit.

[RS/ RH]

1 Komentar