Sukses

Anda Takut Badut? Lakukan Ini

Anda takut badut? Jika iya, bisa jadi Anda mengalami salah satu jenis fobia.

Badut seharusnya menjadi sosok yang menyenangkan bagi semua orang. Berwajah lucu dan selalu penuh dengan tawa. Sosoknya dipercaya dapat memberikan hiburan dan membuat semua orang gembira.

Kata siapa semua orang gembira dengan sosok badut? Faktanya, Kehadiran badut justru membuat beberapa orang merasa ketakutan. Namun ketakutan pada badut bukan tanpa alasan. Jadi apa alasannya

Latar belakang sosok badut yang penuh misteri

Sejak awal kehadirannya, sudah banyak anggapan negatif sekitar badut. Wajah badut yang penuh riasan tebal dianggap sebagai masker palsu untuk menutup sifat asli dari badut.

Pencetus awal dari badut modern adalah Grimaldi yang hidup pada abad ke 18 di Inggris. Seperti badut pada umumnya, ia selalu tampil ceria sebagai badut. Namun kisah pribadi sendiri sangat tragis.

Istri pertama Grimaldi meninggal saat melahirkan anak mereka. Sementara itu, sang anak justru bertumbuh menjadi seorang alkoholik yang meninggal pada usia 30 tahun.

Sejak saat itu, beberapa sosok badut mulai dilaporkan dalam berbagai kasus kriminal.

Beberapa contoh badut yang terkait kasus kriminial adalah badut Prancis, Jean-Gaspard Deburau, yang membunuh bocah laki-laki pada tahun 1836. Selain itu, pada era ‘70an, John Wayne Gacy yang bekerja sebagai badut paruh waktu, melakukan pelecehan terhadap 33 anak kecil di Chicago, Amerika Serikat.

Kisah buruk tentang badut tak berhenti sampai disitu. Berbagai tayangan film popular –seperti film Batman yang memiliki karakter Joker, turut memperkuat sentimen negatif terhadap sosok satu ini.

Fobia badut

Coulrophobia. Itulah sebutan bagi mereka yang fobia terhadap badut. Walaupun fobia ini jarang dan belum dicantumkan dalam buku klasifikasi penyakit WHO ICD-10, namun keberadaannya semakin diakui.

Penanganan fobia adalah dengan paparan berkala terhadap materi yang ditakuti. Artinya, Anda bisa melakukan pertemuan dengan badut secara bertahap. Atau Anda juga bisa menghindari ‘sentuhan’ badut lewat cara menghindari kontak langsung dengan badut.

Fobia dapat terjadi pada siapa saja dan terhadap apa saja. Karena itu, pendekatan yang tepat untuk penanganan fobia diperlukan agar penderita dapat beraktivitas dengan optimal.

Apakah Anda memiliki fobia? Jangan segan-segan untuk mencari pertolongan tenaga profesional, seperti psikiatri, untuk membantu Anda menghadapi fobia Anda.

(RH)

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar