Sukses

Pendekar Bicara Kesehatan

Jika Anda sudah menonton film The Raid 2: Berandal yang tengah ramai tayang di bioskop saat ini, sosok satu ini tidak akan awam lagi bagi Anda. Atau bahkan jika Anda mengikuti 3 film dari perusahaan produksi film Merantau sebelumnya (Merantau (2009); The

Klikdokter.com – Jika Anda sudah menonton film The Raid 2: Berandal yang tengah ramai tayang di bioskop saat ini, sosok satu ini tidak akan awam lagi bagi Anda. Atau bahkan jika Anda mengikuti 3 film dari perusahaan produksi film Merantau sebelumnya (Merantau (2009); The Raid (2012); dan The Raid 2:Berandal (2014)) Anda akan kaget dengan profil figur asli seorang aktor laga silat, Yayan Ruhian.

Tidak disangka, jauh berbeda dengan karakter-karakter yang dimainkannya di tiga film sebelumnya. Pendekar silat satu ini ternyata murah senyum dan ramah jauh dari angker nan sangar. Sumringah dan bersahaja, nyaris mengaburkan kenyataan dirinya adalah salah seorang pendekar silat di Indonesia yang tidak patut dipandang sebelah mata. Pasalnya, pendekar silat kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat 46 tahun silam ini senantiasa memainkan peran antagonis. .

Yayan Ruhian, mendalami silat dan bela diri lainnya setelah menemukan kecintaan pada seni bela diri. Selain Pencak Silat, Yayan juga mendalami dan mengajarkan ilmu pernapasan yang dapat mengkondisikan tubuh untuk mampu menerima tempaan berat. Dimana pada tahun 1988, Yayan mulai membagi ilmu kepada muridnya di Perguruan Silat Tenaga.

Kecintaannya membawa Yayan menjadi koreografer silat untuk film Merantau dalam spesialisasi Silat Harimau dan Silat Minang. Dimana pada saat itu, sutradara film Merantau, Garreth Evans gagal menemukan aktor untuk pemeran pendukung yang berkualitas sekaligus piawai dalam persilatan hingga menemukan Yayan Ruhian dalam proses audisi.

Bicara seni bela diri, tidak dapat dilepaskan dari fakta kesehatan. Bahkan, perjumpaan Klikdokter.com dengan Yayan Ruhian terakhir, pendekar silat satu ini menyampaikan singkat penuh makna apa arti kesehatan bagi dirinya. “Sehat itu, adalah hidup, karena hidup itu ya untuk sehat,” demikian tuturnya.

Sebagai salah satu cabang olahraga beladiri, silat mengambil andil semua komponen tubuh manusia dalam menciptakan gerakan-gerakan yang unik nan indah. Gerakan yang terangkai menjadi sistematika jurus yang berfungsi membentuk gerakkan menangkis, menyerang, pukulan, tendangan, tangkapan, jatuhan dan bantingan. Perlu kemahiran dalam menggunakan teknik silat menjadi sebuah harmoni teknik belaan dan teknik serangan. Tentunya penguasaan teknik tersebut diperlukan penguasaan teknik dasar secara baik dan benar, yang tidak lain dan tidak bukan didukung oleh raga yang sehat.

Pendekar silat yang sempat tenar di dunia internasional setelah sempat memamerkan budaya silat Indonesia pada kesempatan Festival des Arts Martiaux de Paris Bercy di Perancis kini kembali lebih tenar dari sebelumnya di dunia internasional setelah film terakhir yang dibintanginya, The Raid 2: Berandal menjadi film favorit dan buah bibir di berbagai festival-festival film luar negeri.[](DA)


Yayan Ruhian

Yayan Ruhian

Tasikmalaya, 19 Oktober 1968

 

KARIR

1988
Instruktur Silat
di Perguruan Silat Tenaga Dasar Indonesia

2008
Koreografer Silat untuk Film Merantau (Garet Evans), spesialisasi Silat Harimau & Silat Minang.

2009
Anggota Tim Demonstrator Silat di Festival des Arts Martiaux de Paris Bercy di Paris, Perancis

2009
Partisipan Demonstrator Silat
di Institude Judo Paris, Perancis

 

FILMOGRAFI

Merantau (2009) sebagai Erik

The Raid (2012) sebagai Mad Dog

The Raid 2: Berandal (2014) sebagai Prakoso

0 Komentar

Belum ada komentar