Sukses

Cegah Masalah Kesehatan Masa Datang, Perhatikan Asupan Gizi

Pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin ini bernama lengkap dr. Zaenal Abidin, MH.Kes. Beliau menyandang gelar dokter pada tahun 1997, dan beberapa tahun kemudian melanjutkan pendidikan Magister Hukum Kesehatan pada Program Pasca Sarjana F

“Kembali ke Pola Hidup Sehat”

Pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin ini bernama lengkap dr. Zaenal Abidin, MH.Kes. Beliau menyandang gelar dokter pada tahun 1997, dan beberapa tahun kemudian melanjutkan pendidikan Magister Hukum Kesehatan pada Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum di universitas yang sama. Pada saat itu, dokter kelahiran Soppeng 48 tahun silam ini telah menjadi pengurus IDI, dan belum banyak dokter yang tertarik untuk mendalami bidang hukum kesehatan. Sementara itu kasus hukum yang berkaitan dengan profesi dokter semakin banyak, terutama setelah lahirnya UU Praktik Kedokteran. Hal ini juga tak lepas dari keterbukaan informasi yang semakin luas di era global, sehingga masyarakat dapat melihat bahwa di negara-negara lain pasien dapat mengajukan komplain bahkan memperkarakan secara pidana apabila merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan oleh dokter ataupun rumah sakit.

Kiprahnya di berbagai organisasi, baik saat masih menjadi mahasiswa hingga telah meraih gelar dokter, membuat dr. Zaenal dipercaya untuk menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) periode 2012-2015. Pria yang beristrikan juga seorang dokter ini sebelumnya menjabat sebagai Sekretasis Jenderal PB IDI. Prinsip yang selalu dipegangnya dengan teguh adalah berbuatlah yang terbaik sebanyak-banyaknya bagi orang lain, manfaatnya akan kembali ke diri kita sendiri.

Dengan kesibukan sehari-hari yang padat, beliau mengingatkan bahwa kita harus selalu mengatur pola makan dan asupan gizi. dr. Zaenal juga mengajak kita untuk mengkonsumsi gula dan garam sesuai dengan kebutuhan dan dalam batas kewajaran. Meski terlihat sepele, pengaturan seperti ini dapat menghindarkan kita dari masalah kesehatan di masa datang. “Kembalilah ke pola hidup sehat, perbanyak konsumsi serat, atur pola makan  dan olahraga yang teratur,” ujarnya.

Meski bukan ahli gizi, beliau menganggap masalah gizi ini sangat penting untuk diperhatikan. Bersama-sama koleganya para dokter yang berkecimpung di bidang gizi, beliau mendirikan yayasan yaitu Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi sejak tahun 2010 yang lalu. Lahirnya yayasan ini diawali dari berbagai diskusi antara beliau dengan para ahli gizi tersebut, yang memproyeksikan kemungkinan masalah kesehatan di Indonesia yang akan terjadi di masa depan. Ternyata, sebagian besar masalah tersebut berpangkal dari masalah gizi. Dengan adanya edukasi mengenai gizi bagi masyarakat luas, masalah malnutrisi (kurang gizi) atau justru gizi berlebih dapat dihindari.

Sejauh ini, berbagai kegiatan telah dilakukan oleh yayasan tersebut, baik secara online maupun offline. Media massa kerap diundang untuk berdiskusi mengenai masalah gizi. Selain itu, diskusi publik mengenai masalah gizi di Indonesia dilakukan secara rutin, dan hasilnya dirilis di berbagai media massa baik cetak maupun digital. Anak usia sekolah pun tak luput menjadi target kegiatan yayasan ini. Pihak yayasan mengadakan kegiatan di berbagai sekolah dengan tujuan mengenalkan gizi yang baik kepada anak-anak sedini mungkin, lalu mengenai pentingnya sarapan dan pola makan yang benar. Anak juga perlu diajarkan cara membaca dan mengerti arti dari label yang tertera di balik kemasan makanan yang dijual di supermarket. Ke depannya dr. Zaenal bercita-cita seluruh masyarakat Indonesia di pelosok desa maupun kota besar dapat lebih menyadari pentingnya asupan gizi dan saling berbagi informasi.[](MM)

 

Dr Zaenal Abidin, MH.Kes

 

Nama lengkap:
Dr Zaenal Abidin, MH.Kes

 Tempat dan tanggal lahir:
Soppeng, Sulawesi Selatan, 15 April 1965

 Nama istri:
Dr Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK

 Pendidikan:
S1 Fakultas Kedokteran Universitas Hassanudin, Makassar (Lulus tahun 1997)

S2 Magister Hukum Kesehatan Universitas Hassanudin (Lulus tahun 2009 dengan IPK 3,90)

 Organisasi:
Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menjabat Ketua Umum periode 2012-2015

 Praktik:
Sedang tidak praktik sebagai dokter.

Sebagai dosen luar biasa di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta, mengajar Bioethics.

 Judul buku yang pernah ditulis:
Bayar Dulu, Baru Dirawat: Menelusuri Fungsi Sosial Rumah Sakit Swasta
(Disusun berdasarkan tesis Dr Zaenal yang berjudul: Tinjauan Hukum Penerapan Fungsi Sosial Rumah Sakit Swasta di DKI Jakarta)

 Pengalaman kerja:
Sekretaris Pelaksana Tim Penilai Kesehatan pasangan Capres dan Cawapres RI pada Pemilu 2004

Sekretaris Pelaksanan Tim Penilai Kesehatan Calon Hakim Agung RI Tahun 2006

Anggota Pengarah Tim Penilai Kesehatan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2007

Sekretaris Pelaksana Tim Penilai Kesehatan pasangan Capres dan Cawapres RI pada Pemilu 2009.

 

0 Komentar

Belum ada komentar