Sukses

Gantunglah Cita-cita Setinggi Langit

Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M. Demikianlah nama lengkap dari wanita kelahiran Jakarta 52 tahun silam, yang telah menjabat sebagai dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dari tahun 2008. Di sela-sela kesibukan dan aktivitas beliau yang padat, redak

Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M. Demikianlah nama lengkap dari wanita kelahiran Jakarta 52 tahun silam, yang telah menjabat sebagai dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dari tahun 2008. Di sela-sela kesibukan dan aktivitas beliau yang padat, redaksi klikdokter berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan dr. Ratna.

Ketika masih kanak-kanak, dr. Ratna mengaku bahwa beliau seringkali sakit dan diajak oleh orangtuanya ke dokter. "Saya ini waktu masih kecil sering sakit dan diajak oleh orangtua ke dokter. Tapi entah mengapa saya merasa dokter pada saat itu kurang komunikatif dengan pasien dan kurang bisa menjelaskan dengan baik kepada pasien. Hal inilah yang kemudian mendorong saya untuk menjadi dokter." kenang ibu dari Ravianda dan Wibisono Firmanda ini.

Komitmen & Dedikasi Yang Tinggi

Ada passion tersendiri dan motivasi yang kuat yang benar-benar dirasakan oleh dr. Ratna dalam menjalani profesi sebagai seorang dokter.

Untuk menjalani profesi sebagai seorang dokter memang dibutuhkan komitmen dan dedikasi yang tinggi. "Saya selalu mengingat perkataan ayah saya bahwa gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Hal itulah yang salahsatunya tetap menjaga api semangat saya hingga kini." ujarnya.

"Salah satu senior saya sewaktu masuk di fakultas kedokteran pernah mengatakan bahwa menjalani profesi sebagai seorang dokter berarti berhubungan dengan pasien dan itu berarti berkaitan dengan nyawa orang lain. Oleh karena itu kita harus selalu fokus dan berkomitmen dengan profesi ini seumur hidup" imbuh dr. Ratna.

Terpikat Spesialisasi Mata

Dokter Ratna mengaku sangat terpikat dengan spesialisasi mata karena menurut beliau 80% informasi yang kita dapatkan adalah berasal dari mata.

"Sebetulnya pertama kali saya ingin mengambil spesialisasi bedah karena saya menyukai melakukan tindakan dan membuat keputusan yang cepat dan tepat. Namun hingga suatu titik saya mengubah keputusan untuk mengambil spesialisasi mata. Pada saat itu, saya membantu menangani pasien katarak dan saya pikir di Indonesia kasus katarak sangat banyak dan belum banyak yang tertangani."aku wanita cantik yang pernah mengenyam pendidikan fellowship di Innsbruck University, Austria. 

Hingga kini, istri dari dr. Dody Firmanda, Sp.A(K) ini juga masih meluangkan waktu untuk mengajar dan menjadi staf pada divisi infeksi dan imunologi departemen mata FKUI/RSCM.

Memiliki Harapan Bagi Generasi Muda

"Generasi muda kini dituntut untuk memiliki suatu analytical thinking dan mampu merangkum seluruh informasi yang mereka punya untuk menjadi suatu diagnosis. Masyarakat kini juga menginginkan dokter yang tidak hanya mampu mengobati namun juga komunikatif dan mampu menjelaskan dengan baik." urai dokter yang hobi membaca dan mendengarkan musik ini.

 

Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M.

 

 

Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp. M(K)

Tanggal Lahir
Jakarta, 6 - 2 – 1961

Agama:
Islam

Nama Suami:
dr. Dody Firmanda, Sp.A MA

Nama Anak:
Ravianda Firmanda
Wibisono Firmanda


RIWAYAT PENDIDIKAN


Lulus Pendidikan Dokter
1990
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia.

Lulus Pendidikan Spesialis Kedokteran
1994
Program Pendidikan Dokter 
Spesialis Mata
Fakultas Kedokteran 
Universitas Indonesia

Lulus Doktor:
2005
Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia. 

 

RIWAYAT PEKERJAAN

 
Dokter Umum
RSU Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah
(1987 - 1989)

Pengajar di FKUI / RSUPN-CM  
(1994 - sekarang)

Staf Sub Bagian Infeksi dan Imunologi
Bagian Ilmu Kesehatan Mata
FKUI / RSUPN-CM  
(1994 - sekarang)

Kepala Divisi Sub Bagian Infeksi dan Imunologi
Bagian Ilmu Kesehatan Mata
FKUI / RSUPN-CM
(1999 - 2005)

Ketua Program Studi (KPS)
Ilmu Kesehatan Mata FKUI / RSUPN-CM
(2005 - 2008)

Dekan FKUI
(2008 - sekarang)

 

0 Komentar

Belum ada komentar