Sukses

Cara Tepat Tangani Luka Bakar

Anda mungkin pernah mendengar penggunaan pasta gigi untuk menangani luka bakar. Masalahnya, itu bukan cara yang tepat. Cari tahu cara yang benar di sini.

Luka bakar merupakan salah satu cedera yang sering terjadi di rumah, terutama pada anak-anak. Luka bakar terjadi karena kerusakan satu atau lebih lapisan kulit oleh sumber eksternal, seperti panas (api) dan bahan kimia —mulai dari yang sangat ringan hingga berat yang menyebabkan kulit terbakar.

Pada umumnya, luka bakar dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus, bergantung pada penyebab dan derajat luka bakar. Luka bakar yang sangat serius membutuhkan penanganan khusus dari dokter atau tenaga medis agar terhindar dari komplikasi bahkan kematian.

Derajat Luka Bakar

Berikut ini derajat-derajat luka bakar yang perlu Anda ketahui:

  1. Luka bakar derajat I: Biasanya hanya mengenai permukaan kulit (lapisan epidermis). Ditandai dengan rasa nyeri, kemerahan, bengkak, mengelupas namun tidak ada kulit yang melepuh. Kulit umumnya tampak kering.
  2. Luka bakar derajat II: Pada luka bakar ini ditemui kerusakan pada sebagian dermis (laipisan kulit yang lebih dalam), sehingga akan menimbulkan kemerahan, bengkak, dan kulit melepuh. Pada luka derajat II kulit tampak basah.
  3. Luka bakar derajat III: Pada luka bakar derajat III, kerusakan yang terjadi lebih dalam lagi daripada derajat II. Tidak dijumpai adanya lepuh. Kulit yang terbakar berwarna abu-abu dan pucat. Tidak didapatkan rasa nyeri, karena ujung-ujung saraf sudah mengalami kerusakan bahkan kematian.

Penanganan di Rumah

Penanganan luka bakar bertujuan untuk mengurangi nyeri dan membantu proses penyembuhan luka. Cara ini bisa dilakukan di rumah untuk mengatasi luka bakar:

  1. Hentikan sumber luka bakar, misalnya jauhkan korban dari sumber api atau bahan kimia.
  2. Alirkan air pada daerah yang luka selama minimal 20 menit (gunakan air biasa, jangan terlalu dingin atau terlalu panas). Hindari penggunaan air es atau es batu karena akan menyebabkan kerusakan jaringan. Tindakan mengalirkan air ini dilakukan untuk mengurangi nyeri dan bengkak.
  3. Jika pakaian melekat/menempel pada kulit yang terbakar, jangan mencoba mencabut pakaian tersebut. Hal ini dapat menyebabkan tercabutnya kulit. Sebagai alternatif, Anda dapat menggunting sekitar pakaian yang menempel pada kulit.
  4. Jika terjadi lepuhan pada kulit, jangan dipecahkan.
  5. Bersihkan luka menggunakan sabun antibakteri secara perlahan.
  6. Keringkan luka dan tutup menggunakan kasa steril.
  7. Jangan gunakan pasta gigi, mentega, atau cairan berminyak lainnya untuk menutupi luka karena dapat menyebabkan infeksi.

Jika luka bakar yang dialami adalah luka bakar derajat II atau III, sebaiknya segera berobat ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

[RS/RH]

Baca Juga:

0 Komentar

Belum ada komentar