Sukses

Asupan Nutrisi Seimbang Saat Berbuka Puasa

Asupan nutrisi seimbang tidak hanya harus dikonsumsi saat sahur saja, tetapi saat berbuka juga. Apa saja asupan nutrisi seimbang saat berbuka? Berikut ulasan dari dr. Anita Amalia Sari.

Brand's Essence

Waktu berbuka puasa merupakan saat yang paling ditunggu-tunggu setelah menahan lapar dan haus, dari subuh hingga magrib. Tak jarang, berbuka puasa dijadikan ajang “balas dendam” dengan memgonsumsi makanan yang tidak sehat, yang dapat berujung pada timbulnya masalah kesehatan.

Padahal, mengonsumsi asupan nutrisi seimbang yang mencakup buah dan sayuran, karbohidrat dan protein saat berbuka merupakan hal yang sangat penting. Karena saat berbuka merupakan saat tubuh mengembalikan cadangan energi yang hilang seharian.

Karenanya, akan lebih baik bila tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan saat berbuka puasa, karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan peningkatan berat badan.

Makanan apa saja yang sebaiknya dikonsumsi saat berbuka puasa?

Makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa seharusnya tak berbeda jauh dengan makanan yang dikonsumsi saat sedang tidak puasa. Dengan kata lain, makanan tersebut harus tetap mengandung nutrisi yang seimbang. Beberapa makanan yang disarankan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa, antara lain:

  1. Buah dan sayuran
  2. Nasi, dan pengganti nasi
  3. Daging, dan pengganti daging (ikan, ayam, telur, tahu, dan kacang-kacangan)
  4. Susu dan produk susu (yoghurt, atau keju)
  5. Makanan yang mengandung lemak dan gula, namun tidak disarankan untuk dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Kebutuhan tubuh, terutama untuk otak dan sel saraf, saat berbuka puasa adalah mendapatkan sumber energi yang mudah tersedia dalam bentuk gula. Pada umumnya, mengikuti tradisi yang sudah ada, buah kurma merupakan makanan yang sering dikonsumsi saat berbuka puasa. Selain merupakan sumber energi yang sangat baik, buah kurma juga kaya akan potassium yang dapat membantu agar otot dan saraf berfungsi dengan baik. Selain kurma, Anda juga dapat menjadikan jus buah-buahan sebagai pilihan menu untuk berbuka puasa.

Selain itu, pilihlah karbohidrat kompleks, seperti nasi merah/nasi cokelat, mie gandum utuh, roti dari 100% gandum yang merupakan sumber energi, serat dan mineral. Pilih pula daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, telur, tahu, kacang-kacangan dan produk susu rendah lemak. Tak lupa pula untuk mengonsumsi air minimal 8 gelas di antara waktu berbuka hingga waktu sahur.

Selain makanan/minuman di atas, saripati ayam juga dapat Anda jadikan menu pilihan untuk berbuka puasa ataupun sahur. Saripati ayam dapat meningkatkan konsentrasi dan daya ingat. Hal ini tentunya bermanfaat saat puasa, di mana terkadang konsentrasi dapat menurun, terutama pada siang hari. Selain itu, saripati ayam juga dapat memberikan tambahan energi untuk menggantikan energi yang hilang saat puasa.

Untuk menjaga agar kandungan nutrisi di dalam makanan tetap baik, sebaiknya pilihlah metode memasak dengan cara mengukus, merebus atau memanggang. Hindari memasak dengan menggoreng menggunakan minyak yang terlalu banyak (deep fried). Jika ingin menggoreng, sebaiknya pilihlah minyak goreng yang mengandung asam lemak tak jenuh, seperti minyak zaitun, minyak kanola dan minyak wijen.

Apa sajakah yang sebaiknya dihindari ketika berbuka puasa?

Beberapa makanan yang sebaiknya dihindari ketika berbuka puasa, antara lain:

  • Hindari mengonsumsi asupan yang tidak seimbang saat berbuka puasa, yang mengandung banyak gula tambahan karena sangat tidak baik bagi kesehatan.
  • Sebaiknya tidak meminum air dalam jumlah banyak sesaat setelah berbuka karena dapat menyebabkan nyeri perut.
  • Hindari untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak saat berbuka untuk menghindari kerja berat sistem pencernaan. Sebaiknya, berbukalah dengan kurma atau buah terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan makan berat setelah menjalankan ibadah, atau kurang lebih lebih 2 jam setelah berbuka.
  • Jangan langsung tidur setelah berbuka puasa

Ingatlah, asupan nutrisi seimbang saat sahur dan berbuka puasa merupakan kunci sukses menjalani hidup sehat selama bulan Ramadan.

0 Komentar

Belum ada komentar