Sukses

Tips Menerapkan Sikap Disiplin pada Anak

Anak pada umumnya sering kali membuat orangtua pusing dengan segala tingkah lakunya yang bertentangan dengan sikap disiplin. Bagaimana menerapkan sikap disiplin pada anak? Berikut tipsnya.

Memiliki anak yang aktif, sulit diatur, dan cenderung berbuat kenakalan memang memusingkan orangtua, khususnya para ibu.

Walaupun Anda sudah mengerahkan berbagai cara, mulai dari berbicara secara halus dan lembut dengan sabar, tegas, hingga marah-marah, namun nampaknya Si Kecil tidak bergeming dari kebiasaan tersebut.

Para ibu, ada Abda baiknya jangan cemas dahulu. Anda hanya perlu memahami beberapa karakteristik anak. Pasalnya, Si kecil akan dengan cepat menyadari kesalahan dari tindakan yang ia lakukan serta konsekuensi yang tidak mengenakkan dari perbuatannya tersebut.

Bagaimana caranya agar hal ini dapat terjadi? Berikut beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk menerapkan sikap disiplin pada Anak:

  • Cara yang umum dilakukan untuk menerapkan sikap disiplin pada anak adalah dengan “mencabut” kebebasannya dalam menikmati kemewahan tersier untuk sementara. Misalnya, saat si kecil mencorat-coret tembok kamarnya ketika ia seharusnya membuat PR setelah pulang sekolah, Anda harus segera memberikan konsekuensi akibat tindakannya tersebut. Salah satu tindakan yang dapat Anda lakukan adalah dengan melarangnya untuk menikmati camilan kesukaannya setelah makan malam. Namun perlu Anda ingat, jangan menunda aksi pendisiplinan yang Anda rencanakan ini.

Di sisi lain, jika anak Anda marah-marah ketika ia dibangunkan pada pagi hari sehingga berakibat terlambat untuk pergi ke sekolah, Anda boleh memberi konsekuensi dengan menarik kembali camilan yang sudah Anda siapkan sebagai pencuci mulut makan siangnya di sekolah. Sekali lagi, jangan menunda untuk melakukan tindakan ini. Pasalnya, anak akan mudah lupa dengan kesalahan yang sudah ia lakukan di waktu lampau.

  • Teknik pembiaran – disebut juga dengan  “time out” – juga bisa Anda lakukan untuk menerapkan sikap disiplin pada anak. Teknik ini bertujuan agar anak mendapatkan kesempatan untuk diam dan merenungkan kesalahan dari tindakan yang dilakukannya. Orangtua harus memberi ruang bagi anak untuk dapat menyadari tentang perbuatannya, misalnya dengan berbicara dan berinteraksi seperlunya saja kepada anak tersebut. Selain itu, Anda juga harus menghindari untuk memberikan perhatian, pelukan, ciuman, dan kata-kata manis selama masa time out ini agar anak mendapat efek jera.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan teknik ini, yakni:

  • Pilihlah tempat yang tepat, yaitu pojokan yang aman dan sepi, jauh dari mainan dan hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian anak sebagai “tempat hukumannya”. Namun, jangan gunakan kamar tidur atau tempat bermainnya. Anda tentu tidak ingin jika anak memiliki memori buruk tentang tempat tersebut.

  • Langsung bertindak setelah mengetahui anak berbuat suatu kesalahan dengan memberlakukan time out, jangan hanya menasihatinya saja. Anda dapat memberi peringatan kepada anak, misalnya dengan menghitung satu sampai sepuluh agar anak segera menghentikan perbuatan yang dilakukannya tersebut. Jika ia masih tidak memperdulikan peringatan yang Anda berikan, barulah berlakukan time out.

  • Anda harus menepati perkataan yang Anda ucapkan sendiri. Jika Anda memberlakukan time out selama 5 menit, lakukanlah tepat selama 5 menit. Jangan menguranginya lantaran Anda luluh dengan matanya yang berkaca-kaca. Jika anak berusaha lari dari “tempat hukumannya”, dengan tenang gendonglah anak tersebut kembali ke tempatnya semula, dan mulailah waktu 5 menit kembali dari awal.

Cara apapun yang Anda pakai untuk menerapkan sikap disiplin pada anak Anda, jangan pernah lupa untuk menjelaskan kepadanya mengapa Anda melakukan hal tersebut kepadanya. Dengan demikian, ia dapat mengambil pelajaran dari hukuman yang diberikan dan menjadi jera sehingga enggan untuk mengulangi kesalahan yang sama. Selain itu, pastikan pula agar pasangan Anda mengetahui peraturan yang Anda jalani ini agar Anda berdua bisa kompak dalam tugas mendisiplinkan anak. Tetap sabar, dan jangan menyerah.

0 Komentar

Belum ada komentar