Sukses

Waspada, Insomnia Bisa Sebabkan Depresi

Kondisi insomnia memerlukan penanganan yang tepat, karena jika dibiarkan terus-menerus dapat menimbulkan gangguan kecemasan bahkan depresi.

Seberapa sering Anda memiliki kesulitan tidur dan sudah berapa lama Anda mengalaminya? Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk tertidur? Seberapa sering Anda terbangun pada malam hari dan berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk dapat tidur kembali? Apakah Anda merasa segar ketika bangun pagi? Dan apakah Anda sering merasa lelah pada siang hari terutama ketika sedang beraktivitas?

Pertanyaan-pertanyaan di atas biasanya akan ditanyakan dokter ketika Anda berkonsultasi mengenai kesulitan tidur.

Berdasarkan U.S. National Institute of Neurological Disorders and Stroke, tahapan tidur meliputi lima tahap dari fase non-REM (mata tertutup namun belum tertidur, light sleep sampai deep sleep) lalu masuk ke dalam fase REM (Rapid Eye Movement). Siklus ini berulang beberapa kali sepanjang malam. Fase REM biasanya terjadi 90 menit setelah Anda tertidur. Tidur REM ditandai dengan napas cepat dan dangkal, gerakan mata yang cepat, serta peningkatan tekanan darah dan nadi.

Fase REM merupakan fase tidur di mana mimpi dibuat dan kurangnya tidur REM dikaitkan dengan insomnia kronis. Ini dapat menyebabkan penderitanya tidak dapat mengatasi tekanan emosional, sehingga meningkatkan kemungkinan risiko terjadinya gangguan kecemasan bahkan depresi.

Insomnia dan Cara Mengatasinya

Menurut The International Classification of Sleep Disorders, insomnia adalah kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur yang terjadi minimal tiga malam per minggu, selama minimal satu bulan.

Insomnia dapat mengurangi kualitas hidup penderitanya. Selain itu, insomnia merupakan salah satu faktor risiko depresi serta gejala dari sejumlah gangguan medis dan psikiatris.

Berikut ini hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi insomnia:

  • Mengatur jadwal tidur yang konsisten, termasuk pada hari libur.
  • Menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur, bukan untuk membaca, menonton televisi, makan, atau bekerja.
  • Melakukan relaksasi sebelum tidur, seperti mandi air hangat, membaca, atau latihan pernapasan.
  • Menghindari tidur siang karena akan menyulitkan tidur pada malam hari.
  • Menyiapkan suasana nyaman pada kamar tidur, seperti menghindari kebisingan.
  • Beraktivitas fisik atau berolahraga secara rutin.
  • Menjauhi kafein, alkohol, dan nikotin.
  • Menghindari makan besar sebelum tidur.

Apabila hal tersebut sudah dilakukan namun Anda tetap mengalami gangguan tidur, ada baiknya Anda berkonsultasi langsung kepada dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

0 Komentar

Belum ada komentar