Sukses

Transplantasi Organ, Perlukah Dilakukan?

Transplantasi organ merupakan sebuah metode yang dilakukan untuk membantu mengatasi masalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Sebenarnya, seberapa perlu transplantasi organ ini untuk dilakukan? Berikut info medisnya

Transplantasi organ adalah transplantasi atau cangkok atau pemindahan seluruh atau sebagian organ dari satu tubuh ke tubuh yang lain, atau dari suatu bagian ke bagian yang lain pada tubuh yang sama.

Transplantasi organ ini ditujukan untuk menggantikan organ yang rusak atau tak berfungsi pada penerima dengan organ lain yang masih berfungsi dari donor. Donor organ dapat berasal dari orang yang masih hidup maupun sudah meninggal dunia.

Anda mungkin perlu melakukan transplantasi organ jika salah satu organ Anda telah mengalami gagal fungsi. Hal ini dapat terjadi karena sakit atau cedera yang dialami. Bila Anda melakukan transplantasi organ, dokter akan mengambil/menghilangkan organ dari orang lain dan menempatkannya di tubuh Anda. Organ yang dapat di transplantasikan meliputi jantung, usus, ginjal, hati, paru-paru, maupun pankreas.

Anda harus menunggu waktu yang lama untuk melakukan transplantasi organ. Dokter harus mencari donor yang sesuai dengan tubuh Anda untuk mengurangi risiko penolakan transplantasi. Pasalnya, penolakan transplantasi dapat terjadi ketika sistem kekebalan tubuh Anda menyerang organ yang baru saja di transplantasikan.

Transplantasi organ tubuh dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal, yakni:

  • Pencarian donor yang sesuai
  • Kemungkinan timbulnya risiko akibat pembedahan
  • Pemakaian obat-obat immunosupresan yang paten
  • Kemungkinan terjadinya penolakan oleh tubuh resipien
  • Kemungkinan terjadinya komplikasi atau kematian

Namun demikian, transplantasi bisa memberikan keuntungan yang sangat besar bagi orang-orang yang memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Dan jenis transplantasi yang sering dilakukan adalah transfusi darah.

0 Komentar

Belum ada komentar