Sukses

Menguak Fakta dan Risiko Memperbesar Penis

Ukuran penis kerap membuat pria tidak percaya diri. Tak jarang jalan pintas pun diambil untuk memperbesar penis. Amankah melakukan hal itu?

Memiliki penis besar merupakan kebanggaan bagi sebagian pria. Tak heran banyak pria berlomba-lomba untuk memperbesar penis mereka. Namun, memperbesar penis ternyata memiliki sejumlah risiko.

Menurut dr. Nadia Octavia, pada dasarnya ukuran penis seorang pria bukanlah penentu dari kualitas hubungan seksual. Artinya, memiliki penis kecil bukanlah penyebab hubungan seksual yang tidak berkualitas.

“Ukuran penis rata-rata berkisar antara 8-13 cm ketika saat tidak ereksi dan 13-18 cm saat ereksi. Namun demikian tetap saja kita akan mampir pada pertanyaan yang sering mengemuka ‘Apakah ukuran penis berpengaruh pada kepuasan seksual?’ Jawabannya adalah tidak,” kata Nadia.

Nyatanya tak sedikit orang yang merasa tidak puas dengan kondisi dan ukuran penisnya. Berikut hal yang kerap dilakukan seseorang untuk memperbesar penis:

  1. Memperbesar Penis dengan Obat

    Banyak cara yang akan ditempuh seseorang yang mengidamkan untuk memiliki ukuran penis yang lebih besar. Terlebih saat ini penjualan produk yang menjanjikan ukuran penis yang lebih besar seperti pil dan lotion dijualbelikan bebas di internet.

    Pil dan lotion untuk memperbesar penis yang beredar di pasaran biasanya mengandung vitamin, mineral, herbal atau hormon yang mengklaim dapat memperbesar penis. Tidak ada satupun produk tersebut yang terbukti secara ilmiah mampu memperbesar penis. Sebaliknya, beberapa produk justru terbukti berbahaya.

    Selain pil dan lotion, vacuum pump juga disebut dapat menambah ukuran penis. Cara kerja dari pompa tersebut adalah dengan mengalirkan darah ke penis dan membuatnya membengkak, seringkali digunakan untuk terapi disfungsi ereksi. Dalam jangka panjang penggunaan alat ini justru bisa menyebabkan rusaknya jaringan elastis pada penis.

  2. Memperbesar penis dengan operasi

    Meski kerap berhasil menambahkan ukuran penis beberapa cm pada laki-laki, nyatanya melakukan operasi pada penis dapat menyebabkan sejumlah efek samping. Operasi bedah berisiko menyebabkan penis menjadi bengkok dan asimetris. Efek samping operasi pemanjangan pun meliputi infeksi, kerusakan saraf, sensitivitas berkurang, dan kesulitan ereksi.

    Beberapa penelitian dilakukan pada sejumlah pria yang memilih melakukan operasi pembesaran penis. Hasilnya menyedihkan. Sebab studi Urologi tersebut melihat 42 pria yang telah melakukan operasi penis, hanya 35% dari mereka yang mengaku puas dengan hasilnya.

Sejatinya hal paling sederhana yang perlu Anda lakukan untuk membuat hubungan seksual dengan pasangan Anda lebih berkualitas adalah dengan memahami dan mengerti keinginan, kebutuhan dan hasrat seksual pasangan Anda.

Dan jika Anda masih ingin memperbesar penis, tempuhlah cara alami dengan menjaga berat badan dan mengikis lemak pada perut. Karena tumpukan lemak pada perut akan menyebabkan penis terlihat kecil.

[DA/ RVS]

0 Komentar

Belum ada komentar