Sukses

Sering Menggunakan Headset? Waspada Ketulian!

Kebiasaan mendengarkan musik dengan headset atau earphone dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan pendengaran bahkan ketulian permanen.

Klikdokter.com – Dengan semakin meningkatnya tekonologi, penggunaan perangkat audio visual juga semakin meningkat dan menjadi tuntutan gaya hidup. Headset atau earphone merupakan alat yang paling sering digunakan untuk mendengarkan musik dari telepon genggam, terutama pada anak remaja.

Kebiasaan mendengarkan musik dengan headset atau earphone dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan pendengaran bahkan ketulian permanen. Sebetulnya tidak hanya headset, jika Anda bekerja di lingkungan yang menghasilkan suara keras seperti di pabrik, suara mesin, atau suara ledakan juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran. (Baca: Headphone Berpotensi Merusak Pendengaran)

Paparan suara keras yang sering dan berulang akan menyebabkan trauma akustik pada telinga, dalam dunia kedokteran dikenal sebagai noise-induce hearing loss. Hal ini menyebabkan kerusakan pada sel-sel rambut di koklea telinga yang berfungsi sebagai reseptor suara.

Kalau sudah begitu, apa sih gejalanya? Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

1 dari 3 halaman

Sering Menggunakan Headset? Waspada Ketulian!

headset earphone headphoneKlikdokter.com – Dengan semakin meningkatnya tekonologi, penggunaan perangkat audio visual juga semakin meningkat dan menjadi tuntutan gaya hidup.Headset atau earphone merupakan alat yang paling sering digunakan untuk mendengarkan musik dari telepon genggam, terutama pada anak remaja.

Kebiasaan mendengarkan musik dengan headset atauearphone dalam waktu lama dapat menyebabkan gangguan pendengaran bahkan ketulian permanen. Sebetulnya tidak hanya headset, jika Anda bekerja di lingkungan yang menghasilkan suara keras seperti di pabrik, suara mesin, atau suara ledakan juga dapat menyebabkan gangguan pendengaran. (Baca: Headphone Berpotensi Merusak Pendengaran)

Paparan suara keras yang sering dan berulang akan menyebabkan trauma akustik pada telinga, dalam dunia kedokteran dikenal sebagai noise-induce hearing loss. Hal ini menyebabkan kerusakan pada sel-sel rambut di koklea telinga yang berfungsi sebagai reseptor suara.

Kalau sudah begitu, apa sih gejalanya? Klik ‘next’ untuk selanjutnya.

2 dari 3 halaman

Apa Saja Gejalanya?

Berikut ini adalah gejala yang dapat muncul:

  • Telinga berdenging / tinnitus
  • Pusing /  vertigo
  • Gangguan pendengaran
  • Ketulian

Risiko gangguan pendengaran bergantung pada volume, decibel (dB) dan lama paparan. Intensitas suara di atas 85dB selama 8 jam per hari dapat meningkatkan risiko ketulian. Sedangkan intensitas suara yang dihasilkan earphone/headset bisa mencapai 110dB. Sebagai perbandingan, intensitas suara bisikan adalah 30dB, suara kereta 90dB, pesawat jet 140dB. Suara di atas 140dB biasanya menimbulkan nyeri pada telinga.

Jika Anda dapat mendengar suara musik yang sedang didengar orang lain melalui headset atau earphone, artinya suara tersebut terlalu keras dan memicu kerusakan permanen pada telinga.

Jika ingin menggunakan headset atau earphone sebaiknya tidak lebih dari 1 jam per hari dan pilih yang memiliki pengatur bising (noise limiter). Selain itu, jangan menggunakan kedua alat tersebut sampai tertidur karena artinya Anda akan terpapar suara keras selama minimal 7 jam dalam sehari.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman utama website kami. Salam hidup sehat! (DA)

 

0 Komentar

Belum ada komentar