Sukses

Wanita Pengonsumsi Anggur Cenderung Lebih Sedikit Menambah Berat Badan?

Beberapa di antara Anda mungkin merasa tergelitik begitu membaca judul artikel ini. Alkohol yang selama ini banyak dihindari

Oleh: dr. Salma Oktaria

Klikdokter.com - Beberapa di antara Anda mungkin merasa tergelitik begitu membaca judul artikel ini. Alkohol yang selama ini banyak dihindari karena dampak negatifnya pada kesehatan ternyata juga memiliki manfaat? Sebelum berpikir lebih jauh, ada baiknya kita menyempatkan waktu untuk membaca artikel ini hingga selesai.

Terlepas dari faktor-faktor lain yang perlu diperhatikan, seperti sosial-budaya, ekonomi, dan agama, kami hanya akan membahas mengenai konsumsi alkohol dari sudut pandang ilmiahnya saja: “Apakah konsumsi alkohol benar-benar memiliki manfaat terhadap kondisi berat badan semua wanita?”

Berkaitan dengan hal ini, terdapat sebuah studi yang menyatakan bahwa peningkatan berat badan wanita yang mengkonsumsi minuman alkohol cenderung lebih sedikit dibandingkan wanita yang tidak mengonsumsinya. Dan di antara beberapa minuman alkohol yang dikonsumsi, peningkatan berat badan yang paling sedikit didapatkan pada mereka yang mengonsumsi minuman anggur merah dalam kadar sedang, yaitu sekitar 2 gelas 150ml minuman anggur satu harinya. 

Meski alkohol mengandung kalori, tim peneliti dari US percaya bahwa wanita dapat mengganti kalori yang mereka dapatkan dari alkohol dengan mengurangi konsumsi makanan lain.

Studi yang dipublikasikan di the Archives of Internal Medicine ini diikuti oleh lebih dari 19,000 wanita selama lebih dari 13 tahun. Wanita yang terlibat dalam studi ini berusia minimal 39 tahun dengan berat badan normal pada masa awal studi dilakukan. Setelah 13 tahun, berat badan mereka rata-rata mengalami penambahan secara progresif.

Mereka yang tidak mengonsumsi alkohol memiliki peningkatan berat badan terbanyak, sedangkan mereka yang mengonsumi alkohol memiliki peningkatan berat badan paling sedikit. Bahkan setelah menyingkirkan berbagai faktor lain seperti gaya hidup, diet, merokok, dan olahraga, hasil studi yang didapatkan tetap menunjukkan hal yang sama.

“Bagaimanapun, akan terasa salah jika kita kemudian berpikir bahwa konsumsi alkohol serta-merta dapat membantu menurunkan berat badan Anda”, ujar Catherine Collins, seorang dietisian dari the British Dietetic Association. Ia menolak pernyataan bahwa kalori dalam alkohol tidak memiliki kontribusi sama sekali pada peningkatan berat badan.

Ia menekankan bahwa studi hanya dilakukan pada wanita yang memang memiliki berat badan normal saat dilibatkan pertama kali dalam penelitian. Kebanyakan wanita mengalami peningkatan berat badan saat menginjak usia 39 tahun, dan memiliki berat badan normal di usia tersebut termasuk prestasi yang sulit untuk dicapai. Kelompok ini umumnya cenderung memiliki pola pikir untuk menjaga tubuh mereka agar tetap sehat, sehingga hasil penelitian ini tidak dapat diterapkan pada grup lain yang memiliki kelebihan berat badan.

Begitupun halnya dengan grup pria. Tim peneliti percaya bahwa hasil penelitian ini tidak dapat diterapkan pada pria karena wanita dalam studi yang mengonsumsi alkohol tampaknya menggantikan kalori yang mereka dapatkan dari alkohol dengan mengurangi konsumsi makanan lain.

Dengan kata lain mereka tidak mendapatkan kalori yang terlalu besar secara keseluruhan sehingga mereka dapat mempertahankan berat badan mereka agar tetap normal. Akan tetapi tidak dengan pria, mereka tidak akan melakukan hal yang sama sehingga hasil yang didapatkan pun tidak akan sama. Selain itu, cara memecah alkohol di hati juga dapat berbeda antara pria dan wanita.

Hal senada juga diucapkan oleh Catherine Collins, bahwa salah satu keterbatasan dari penelitian ini adalah tidak melaporkan berapa banyak makanan kecil yang dikonsumsi oleh para subyek penelitian. Mengingat hasil penelitian ini bisa saja didapatkan karena wanita yang mengonsumsi alkohol memang lebih sedikit mengonsumi cokelat dan makanan kecil lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini belumlah cukup untuk membuktikan manfaat konsumsi alkohol dikaitkan dengan kondisi berat badan seseorang. Lantas bagaimana dengan Anda? Setelah membaca artikel ini, apakah Anda sependapat dengan Catherine Collins? [](SO)

 

Tag: Diet OCD

0 Komentar

Belum ada komentar