Opini Anda

"Masihkah Anda mendapatkan pelayanan kesehatan dari dokter yang tidak komunikatif ataupun memberikan pelayanan kesehatan yang tidak sesuai dengan standar prosedur Praktik Kedokteran?"





  Ya   Tidak


Klik disini untuk mengganti kode  
Lihat Hasil
Pilih
Rumah Sakit
Masukkan Data Anda:
Berat Badan :    kg
Tinggi Badan :    cm

Indeks Penyakit

Bookmark and Share

« Kembali

Osteomalasia


Definisi

Osteomalasia adalah penyakit pada orang dewasa yang ditandai oleh gagalnya pendepositan kalsium kedalam tulang yang baru tumbuh. Istilah lain dari osteomalasia adalah ”soft bone” atau tulang lunak. Penyakit ini mirip dengan rakitis, hanya saja pada penyakit ini tidak ditemukan kelainan pada lempeng epifisis (tempat pertumbuhan tulang pada anak) karena pada orang dewasa sudah tidak lagi dijumpai lempeng epifisis.

Penyebab

Penyebab penyakit ini adalah kekurangan vitamin D, karena telah diketahui bahwa vitamin D berperan dalam penyerapan kalsium melaluui usus. .Selain itu, keadaan gagal ginjal kronik dan renal tubular asidosis juga dapat menyebabkan osteomalasia.

Gejala Klinis

Kemungkinan terjadinya penyakit ini harus dicurigai pada orang yang mengalami :

  • Penurunan berat badan
  • Anoreksia
  • Kelemahan otot, sehingga menyebabkan susah untuk menaiki tangga
  • Nyeri tulang yang dirasakan menyebar, terutama pada daerah pinggang dan paha.
  • Perubahan bentuk pada tulang punggung dan anggota gerak (lengan dan tungkai)

Pemeriksaan Tambahan

Pada pemeriksaan darah, dapat terlihat kurangnya kadar vitamin D, kalsium, dan fosfat. Pemeriksaan tambahan yang dapat dilakukan untuk menegakkan kelainan ini adalah foto roentgen tulang. Hasil yang dapat terlihat adalah berupa perubahan bentuk yang nyata. Karena tulang menjadi lunak, maka dapat dijumpai garis patah tulang di berbagai temapt seperti pada tulang iga, panggul, paha, dll.

Penatalaksanaan

Penyebab yang mendasari kelainan (kekurangan vitamin D, gagal ginjal kronik, atau renal tubular asidosis) ini mesti dikoreksi terlebih dahulu. Jika penyebabnya kekurangan vitamin D, maka dapat disuntikkan vitamin D 200.000 IU per minggu selama 4-6 minggu, yang kemudian dilanjutkan dengan 1.600 IU setiap hari atau 200.000 IU setiap 4-6 bulan. Jika terjadi kekurangan fosfat (hipofosfatemia), maka dapat diobati dengan mengonsumsi 1,25-dihydroxy vitamin D. Setealah terlaksana terapi medis yang baik, jika masih terdapat sisa kelainan tulang yang ada, dapat dilakukan tindakan osteotomi (pemotongan sebagian tulang) pada tulang yang masih menunjukkan kelainan.

Pencarian Khusus

Pilih Kategori :
Kata Kunci :
   
Apabila jenis atau kategori penyakit yang anda cari tidak bisa ditemukan dalam bagian ini, silahkan menghubungi kami melalui forum e-Konsultasi
 

LOGIN ANGGOTA

Username :
Password :
   
» Lupa Password ?
» Daftar
 

Amankah Berobat Ke Dokter Asing di Indonesia?


Walau dewasa ini marak pemberitaan malpraktik dan pelayanan kesehatan Indonesia tengah diterjang isu pasien tidak mampu versus
Baca Selengkapnya »

Berita Lainnya
Pilih Kategori:
  Masukkan Kata Kunci:
 
   

Link To : DEPKES I KKI I ILUNIFK I FKUI
Copyright © 2008 klik Dokter. All Rights Reserved.