Kesehatan Anak

Menangani Anak yang Terlalu Aktif dan Tidak Bisa Diam

dr. Devia Irine Putri, 28 Des 2021

Ditinjau Oleh Tim Medis Klikdokter

Anak yang terlalu aktif memerlukan pola belajar yang berbeda dari anak yang cenderung diam. Baca penjelasan lengkapnya di sini untuk mengetahui cara mendidik anak hiperaktif.

Menangani Anak yang Terlalu Aktif dan Tidak Bisa Diam

Cukup banyak orang tua yang merasa kewalahan menghadapi sikap anak yang tidak bisa diam. Anak yang aktif cenderung ingin melakukan berbagai aktivitas, seperti berlari, melompat, bermain dengan teman, atau terus membuat barang-barang di rumah berantakan.

Hal itu tentunya dapat menyebabkan orang tua atau pengasuh terkadang merasa kerepotan, apalagi jika sedang melakukan aktivitas seperti membersihkan dan membereskan rumah.

Sebenarnya anak aktif bukanlah suatu kelainan, melainkan anak terlalu aktif itu tandanya memiliki kecerdasan kinestetis yang tinggi. Oleh karena itu, mereka cenderung tidak bisa diam, tetapi masih dapat fokus dan berkonsentrasi ketika sedang belajar. 

Dibandingkan memarahi si Kecil karena tingkah lakunya yang hiperaktif, kamu justru disarankan untuk mendampinginya. 

Karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk mengetahui cara mendidik anak yang aktif dengan tepat agar bisa mengoptimalkan kemampuan si Kecil serta mengelola perilakunya. Berikut adalah beberapa cara mengatasi anak hiperaktif yang bisa kamu coba:

1 dari 3

1. Kenalkan si Kecil dengan Berbagai Aktivitas yang Menarik

Anak yang aktif cenderung lebih cocok untuk gaya belajar kinestetis. Gaya belajar kinestetis mengharuskan anak tersebut untuk lebih banyak bergerak, serta berinteraksi dengan objek pembelajarannya.

Sangat mungkin jika si Kecil merasa bosan dengan aktivitas atau mainan yang dimilikinya. Maka dari itu, orang tua perlu mencari berbagai jenis aktivitas positif yang dapat dilakukan anak.

Artikel Lainnya: Penyebab Anak Hiperaktif Alias Tidak Bisa Diam

Misalnya jika orang tua sedang membersihkan rumah, anak dapat diajak untuk membantu membereskan mainannya sendiri atau hal-hal kecil lain yang dapat dilakukan. 

Jika orang tua sedang memasak, libatkan si Kecil untuk mengerjakan pekerjaan yang mudah, misalnya memetik sayur. Dengan begitu, anak tidak mengganggu pekerjaan yang sedang dilakukan oleh orang tua.

2. Lakukan Aktivitas di Luar Rumah 

Cara lain untuk mengatasi anak hiperaktif adalah dengan mengajaknya beraktivitas di luar rumah. Hal ini bertujuan untuk membantu meluapkan energinya, serta dapat memenuhi keinginan anak untuk bergerak.

Kamu bisa mengajak anak bermain di taman, berenang, sepak bola, trampolin, atau aktivitas fisik lainnya. 

Jangan lupa, saat berada di luar rumah, selalu perhatikan anak dengan cermat agar tidak berlari ke tengah jalan atau menghilang dari pandangan kamu.

Artikel Lainnya: Pilihan Olahraga Terbaik untuk Anak Hiperaktif

2 dari 3

3. Berani Kotor

Tak perlu takut si Kecil bermain dengan hal-hal yang kotor, misalnya bermain cat atau pasir. Melakukan aktivitas-aktivitas tersebut juga membantu perkembangan motorik serta kognitifnya.

Yang pasti, sebagai orang tua kamu perlu mengawasinya saja. Setelah itu, jangan lupa untuk membantunya membersihkan tangan maupun anggota tubuh lainnya yang kotor.

4. Siapkan Alat Peraga

Anak yang hiperaktif biasanya cenderung lebih suka belajar dengan mempraktikkan langsung hal-hal yang dipelajarinya. Karena itu, cara mendidik anak yang super aktif salah satunya bisa menggunakan alat peraga, atau ajarkanlah anak dengan langsung mempraktikkannya. 

Misalnya saat anak sedang belajar, gunakan mainan-mainan berbentuk angka atau benda-benda di sekitar yang dapat dipegang oleh anak.

Saat kamu sedang mengajarkan anak untuk membaca doa atau melakukan ibadah, maka ajaklah ia untuk langsung mempraktikkan hal tersebut. Berilah contoh terlebih dahulu dan biarkan anak meniru gerakan kamu.

Artikel Lainnya: Gula Sebabkan Anak Hiperaktif, Mitos atau Fakta?

3 dari 3

5. Perhatikan Apa yang Digemari

Sembari menawarkan berbagai aktivitas setiap harinya, orang tua juga perlu memperhatikan aktivitas apa yang menarik dan paling digemari si Kecil.

Biasanya, anak yang tidak bisa diam akan duduk diam dalam jangka waktu lama ketika ia menyukai aktivitas tersebut. Jika kamu sudah tahu aktivitas apa yang disukai, kamu pun bisa mengajaknya bermain aktivitas tersebut apabila ia tak bisa diam.

6. Masuk Dalam Komunitas Tertentu

Selain melakukan berbagai macam aktivitas di rumah, orang tua pun bisa membawa si Kecil masuk dalam komunitas tertentu, misalnya kelompok gymnastic untuk anak. Ini bisa menjadi salah satu cara mendidik anak yang hiperaktif. 

Tak hanya membantu menghabiskan energi, bergabung dengan komunitas juga dapat menjadi langkah untuk mengajari anak hiperaktif bersosialisasi dengan orang lain, seperti guru atau teman sebayanya. 

Tingkah laku anak yang super aktif memang terkadang membuat lelah. Namun sebagai orang tua, pastikan untuk tetap dampingi si Kecil dengan baik dan sabar agar perilakunya menjadi berguna.

Hindari pula melabeli anak aktif dengan kata-kata negatif seperti nakal, bandel, atau semacamnya. Sebaliknya, cari cara agar sikap hiperaktifnya tersebut membuat anak menjadi enerjik atau penuh keingintahuan.

Apabila kamu punya pertanyaan mengenai cara mendidik anak yang terlalu aktif atau seputar pola asuh anak lainnya, tanyakan saja kepada ahlinya melalui fitur Live Chat di aplikasi Klikdokter.

[WA]

Anak
Hiperaktif