klikdokter.com
Senin, 28 Juli 2014

Suhu Ekstrim (Trauma Panas)

Suhu Ekstrim
Semua mahkluk hidup memiliki suhu optimal dimana mereka dapat berfungsi dengan baik, manusia sebagai mamalia berdarah panas, adalah salah satu spesies yang dapat meregulasi suhu tubuhnya di batas yang optimal, walaupun suhu lingkungan berubah-berubah, tetapi suhu lingkungan yang ekstrim dapat menimbulkan luka-luka dan cedera pada berbagai organ tubuh kita, kulit sebagai barier pertama adalah yang pertama kali rusak. Tubuh mempunyai mekanisme tertentu untuk selalu mempertahankan suhu tubuh ini. Jika suhu lingkungan kita terlalu panas, maka untuk mencegah kenaikan suhu tubuh, kita akan menghasilkan keringat. Keringat ini akan menguap dan dalam proses menguap ini terbuang panas sehingga suhu tubuh kita akan selalu tetap. Sebaliknya, jika suhu lingkungan kita terlalu dingin, maka tubuh kita akan berusaha menghasilkan panas dengan cara melakukan kontraksi otot-otot yang kita kenal dengan istilah menggigil. Akan tetapi, mekanisme ini ada batasnya. Jika sudah mencapai batasnya, maka tubuh kita tidak mampu lagi mentolerir suhu lingkungan yang terlalu ekstrim.


Suhu Ekstrim yang Tinggi / Panas
Ada tiga tahap yang timbul jika kita terpapar dengan suhu tinggi yang ekstrim, tahapan ini dapat mulai dari yang paling ringan, lalu berlanjut  ke tingkatan sedang dan jika dibiarkan dapat mencapai tingkatan yang paling berat yang berpotensi untuk menimbulkan kematian.
Tingkatan yang paling ringan dikenal dengan istilah heat cramps. Gejalanya adalah kram otot yang amat menyakitkan. Biasanya terjadi pada otot tangan atau kaki. Pertolongan pertama yang bisa diberikan antara lain:

  • Pindahkan korban ke daerah yang lebih sejuk untuk beristirahat
  • Berikan air minum yang sejuk atau air minum dengan kandungan elektrolit
  • Regangkan dan pijat dengan lembut otot yang mengalami kram
  • Setelah kram otot menghilang, korban dapat kembali beraktivitas sambil diawasi tanda-tanda perburukan menjadi heat exhaustion

Tingkatan berikutnya yang lebih berat dikenal dengan istilah heat exhaustion. Gejalanya adalah kulit yang dingin, lembab atau memerah, sakit kepala, mual, pusing, lemas dan lelah. Pertolongan pertama yang dapat diberikan antara lain:

  • Pindahkan korban ke daerah yang lebih sejuk untuk beristirahat dengan posisi yang nyaman baginya untuk beristirahat
  • Lepaskan pakaian tebal pada korban, jika perlu korban tidak usah memakai pakaian
  • Kompres kulit korban dengan kain yang sudah dibasahi dengan air dingin
  • Jika korban sadar, berikan air minum yang sejuk dengan jumlah banyak tapi tidak terlalu cepat, kurang lebih sekitar 1 gelas air setiap 15 menit
  • Awasi tanda-tanda perburukan menjadi heat stroke.
  • Tidak dianjurkan bagi korban untuk meneruskan aktivitasnya hari itu

Jika heat exhaustion tidak segera ditangani, maka dapat berlanjut ke tingkatan yang terberat yang dikenal dengan istilah heat stroke. Gejalanya antara lain kulit yang panas, memerah dan tidak berkeringat (kering), penurunan kesadaran, denyut nadi yang cepat dan lemah, pernapasan yang cepat dan dalam. Korban harus segera dibawa ke rumah sakit. Sementara itu, pertolongan pertama yang bisa diberikan antara lain:

  • Pindahkan korban ke daerah yang lebih sejuk untuk beristirahat dengan posisi yang nyaman baginya untuk beristirahat
  • Lepaskan pakaian tebal pada korban, jika perlu korban tidak usah memakai pakaian
  • Kompres kulit korban dengan kain yang sudah dibasahi dengan air dingin
  • Kompres daerah pergelangan tangan, leher, ketiak dan lipat paha korban dengan es batu yang dilapisi kain atau plastik
  • Awasi pernapasan dan denyut nadi korban, bersiaplah untuk melakukan resusitasi jantung paru

 



Jika ingin bertanya ke Dokter kami, Silahkan klik disini


 

Artikel Terkait
Artikel Terkait

JOIN MILIS

Masukkan e-mail untuk mendapatkan informasi terbaru dari klikdokter

Konsil Kedokteran Indonesia Departemen Kesehatan ILUNI FKGUI ILUNI FKUI Ikatan Dokter Indonesia Fiaksi Indonesia
Must Read close
Sesak Nafas
Sakit Kepala
Nyeri Dada